SURABAYA – Edukasi mengenai kesiapsiagaan bencana penting ditanamkan sejak usia dini. Hal tersebut dilakukan oleh mahasiswa Program Studi D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui kegiatan pengenalan SafeLight Tsunami Route kepada siswa SD Jemur Wonosari 1.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan konsep mitigasi bencana kepada anak-anak sekaligus memberikan pemahaman mengenai tindakan yang perlu dilakukan ketika menghadapi potensi bencana tsunami.
Dalam kegiatan tersebut, tim memperkenalkan SafeLight Tsunami Route sebagai sistem rambu evakuasi yang dapat memberikan informasi kondisi kebencanaan melalui perubahan indikator warna. Pengenalan dilakukan menggunakan bahasa yang sederhana agar siswa dapat memahami fungsi alat serta mengetahui tindakan yang perlu dilakukan berdasarkan informasi yang ditampilkan.
Kenali Arti Warna Peringatan
Salah satu materi yang diperkenalkan kepada siswa adalah arti dari setiap indikator warna pada SafeLight Tsunami Route. Warna hijau menunjukkan kondisi aman dan normal. Warna kuning menunjukkan adanya gempa yang perlu diwaspadai, sedangkan warna merah menunjukkan kondisi darurat yang mengharuskan masyarakat segera melakukan evakuasi menuju tempat yang lebih aman.
Melalui pengenalan tersebut, siswa tidak hanya diajak mengenali fungsi alat, tetapi juga memahami hubungan antara tanda peringatan dengan tindakan yang harus dilakukan.
Tim juga memberikan edukasi mengenai langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan ketika menghadapi potensi tsunami. Siswa diberikan pemahaman untuk tetap tenang, memperhatikan kondisi sekitar, mengikuti arahan pihak yang berwenang, serta segera menuju jalur evakuasi dan tempat yang lebih tinggi apabila terdapat peringatan tsunami.
Materi disampaikan secara interaktif dengan melibatkan siswa secara langsung. Para siswa mendapatkan kesempatan untuk mengamati bentuk alat, mengenali komponen dan indikator yang digunakan, serta memahami secara sederhana bagaimana teknologi tersebut dapat membantu menyampaikan informasi dalam kondisi darurat.
Interaksi langsung tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan karena membantu siswa memahami materi mitigasi bencana melalui pengalaman yang lebih konkret. Dengan melihat dan mengenali secara langsung tanda-tanda peringatan, siswa diharapkan lebih mudah mengingat informasi yang telah diberikan.
Bangun Budaya Siaga Bencana Sejak Dini
Pengenalan SafeLight Tsunami Route kepada siswa SD Jemur Wonosari 1 juga menjadi bagian dari upaya menanamkan budaya kesiapsiagaan bencana sejak dini. Edukasi kebencanaan tidak hanya ditujukan kepada masyarakat dewasa, tetapi juga perlu diberikan kepada anak-anak sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki hak untuk memperoleh pengetahuan mengenai keselamatan diri dan lingkungan.
Pengetahuan yang diberikan sejak dini diharapkan dapat membantu membentuk kebiasaan untuk lebih tanggap ketika menghadapi situasi darurat. Anak-anak juga diharapkan dapat memahami bahwa ketika terjadi bencana, kepanikan perlu dihindari dan tindakan harus dilakukan berdasarkan informasi serta arahan yang tersedia.
Selain untuk meningkatkan pemahaman siswa, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperluas penyebaran informasi mengenai mitigasi bencana melalui lingkungan keluarga. Pengetahuan yang diperoleh siswa dapat diteruskan kepada orang tua dan anggota keluarga lainnya sehingga pesan mengenai kesiapsiagaan bencana tidak berhenti di lingkungan sekolah.
Bagi tim pengembang, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi kesempatan untuk memperkenalkan hasil inovasi SafeLight Tsunami Route, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai kesiapsiagaan bencana.
Melalui pendekatan edukasi yang sederhana, interaktif, dan sesuai dengan usia siswa, teknologi dapat menjadi media untuk memperkenalkan konsep mitigasi bencana dengan cara yang lebih mudah dipahami.
Kegiatan pengenalan SafeLight Tsunami Route di SD Jemur Wonosari 1 diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya mitigasi bencana dari lingkungan sekolah. Dengan mengenal tanda peringatan, memahami jalur evakuasi, serta mengetahui tindakan yang perlu dilakukan ketika terjadi potensi tsunami, siswa diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih sadar terhadap risiko bencana dan mampu menjaga keselamatan diri maupun orang di sekitarnya. (***)
English

