Jalin Kerjasama dengan PCI Muslimat NU Malaysia, FKIP Unusa Siap Laksanakan KKN Internasional

Selangor, Malaysia – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) telah melakukan audiensi dan kerjasama dengan Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Muslimat NU Malaysia untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional. Kerjasama ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia melalui program pendidikan dan sosial yang inovatif.

Dekan FKIP Unusa, Dr. Muhammad Thamrin Hidayat, menekankan rencana program KKN Internasional ini merupakan langkah strategis dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa.

“Kerjasama ini memberikan peluang bagi mahasiswa FKIP Unusa untuk terjun langsung dalam kegiatan sosial dan pendidikan di Malaysia. Ini adalah kesempatan emas untuk belajar dari komunitas internasional dan mengaplikasikan pengetahuan yang telah didapat selama perkuliahan,” ujarnya.

Thamrin juga menambahkan, bahwa pengalaman internasional ini akan memperkaya perspektif mahasiswa, membuka wawasan mereka terhadap berbagai isu global, serta mengasah keterampilan interkultural yang sangat dibutuhkan di era globalisasi saat ini. “Mahasiswa memiliki pengalaman yang luar biasa, sekaligus bisa menerapkan ilmunya selama di Unusa,” ungkapnya, Minggu (07/07).

Thamrin menjelaskan kegiatan-kegiatan ini dirancang untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat setempat sekaligus memperkaya pengalaman belajar mahasiswa. “Mahasiswa akan belajar bagaimana beradaptasi dengan lingkungan baru, bekerja sama dengan komunitas lokal, dan mengembangkan proyek-proyek yang berdampak positif bagi masyarakat,” tambahnya.

Dosen PPG ini menjelaskan bahwa persiapan yang matang adalah kunci untuk memastikan bahwa program ini dapat berjalan dengan lancar dan mencapai tujuan yang diharapkan. “Kami berkomitmen untuk memberikan pengalaman terbaik bagi mahasiswa. Oleh karena itu, kami telah melakukan berbagai rancangan persiapan dan koordinasi dengan pihak PCI Muslimat NU Malaysia untuk memastikan bahwa segala sesuatunya berjalan dengan baik,” ujarnya.

FKIP Unusa telah menyiapkan berbagai rancangan persiapan untuk memastikan kesuksesan program KKN Internasional ini. Mulai dari seleksi mahasiswa peserta, penyusunan kurikulum kegiatan, hingga koordinasi dengan pihak-pihak terkait di Malaysia.

Program KKN Internasional ini direncanakan akan mulai dilaksanakan pada tahun depan, dan FKIP Unusa bersama PCI Muslimat NU Malaysia telah menyiapkan segala sesuatunya untuk memastikan kesuksesan program ini. Mahasiswa yang tertarik untuk ikut serta dalam program ini diharapkan segera mendaftar dan mempersiapkan diri untuk pengalaman belajar yang unik dan bermanfaat.

“Kami mengundang seluruh mahasiswa FKIP Unusa yang memenuhi syarat untuk bergabung dalam program ini. Ini adalah kesempatan yang sangat berharga untuk belajar, berkontribusi, dan berkembang dalam lingkungan internasional,” tutupnya.

Penandatanganan MoA antara FKIP Unusa dengan PCI Muslimat NU Malaysia

Ketua PCI Muslimat NU Malaysia, Mimin Mintarsih, menyambut baik audiensi dan kerjasama ini, pihaknya siap memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program KKN Internasional. “Kami sangat mendukung program ini dan siap memberikan bantuan serta fasilitas yang diperlukan oleh mahasiswa Unusa selama menjalankan KKN di Malaysia. Melalui program ini, kami juga berharap dapat mempererat hubungan antara masyarakat Muslimat NU di Indonesia dan Malaysia,” tuturnya.

Mimin Mintarsih juga menyampaikan terkait pentingnya program ini sebagai sarana untuk memperkuat solidaritas antar umat Muslim di kedua negara serta meningkatkan pemahaman bersama melalui interaksi langsung.

Program KKN Internasional ini akan melibatkan mahasiswa FKIP Unusa dalam berbagai kegiatan, seperti pengajaran di sekolah-sekolah, pemberdayaan masyarakat, serta kegiatan sosial lainnya di bawah bimbingan PCI Muslimat NU Malaysia. Selain itu, mahasiswa juga akan mendapatkan pengalaman budaya yang berharga dengan tinggal bersama keluarga lokal selama program berlangsung.

Mimin Mintarsih menjelaskan bahwa program ini akan memberikan kesempatan bagi Muslimat NU di Malaysia untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan mahasiswa Unusa. “Kami melihat ini sebagai peluang untuk saling belajar dan tumbuh bersama. Kami berharap program ini dapat menjadi wadah bagi pertukaran ide dan inovasi yang bermanfaat bagi kedua belah pihak,” katanya. (Humas Unusa)

Foto Bersama Seluruh Tim Edukarya 2024 Bersama Ketua PCI Muslimat NU Malaysia, Mimin Mintarsih di Sanggar Bimbingannya.

Kalender Akademik


This will close in 20 seconds