Era Digital Ciptakan Tren Hybrid Working

Dr Teguh Herlambang – Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Teknologi Digital (FEBTD)

REVOLUSI Industri 4.0 dikenal dengan era digitalisasi dimana hampir seluruh kegiatan terintegrasi dengan internet dan menggunakan big data. Di samping munculnya perusahaan baru, banyak pekerjaan yang digantikan oleh robot. Sehingga dalam hal ini, setiap orang harus mempelajari keterampilan baru lagi agar tidak tergantikan.

Akan tetapi, digitalisasi pun menghadirkan beberapa pekerjaan dan usaha baru yang banyak memanfaatkan teknologi dan internet. Misalnya toko konvensional berubah menjadi online atau transportasi saat ini sudah bisa dipesan secara online.

“Di masa pandemi, tren pekerjaan juga berubah dari bekerja di kantor menjadi bekerja dari rumah (work from home) dengan mengandalkan internet, beberapa pekerjaan akan tergantikan dengan dengan pekerjaan baru yang lebih adaptif dengan dunia digital.

Contohnya dunia marketing, biasanya dilakukan marketing secara manual membagi brosur dan telemarketing, akan tergantikan dengan adanya digital marketing. Bahkan seorang content creator dan youtuber sekarang memiliki penghasilan yang cukup fantastis.

Saat in banyak sekali orang memiliki keterampilan ganda bahkan lebih dari dua, agar dapat survive untuk bersaing di pekerjaan pada era digital saat ini. Hybrid roles (pekerjaan ganda) merupakan tren pekerjaan yang dibutuhkan oleh perusahaan atau organisasi untuk tenaga kerjanya yang bisa mengerjakan banyak keterampilan dan peran.

Berdasarkan laman dari The Confident Career, hybrid roles atau hybrid jobs merupakan sebuah profesi tenaga kerja yang memiliki keterampilan soft skill (keterampilan non teknis) dan keterampilan hard skill (keterampilan teknis).

Misalnya kemampuan menulis yang baik, memahami dan menggunakan SEO (Search Engine Optimization), kemampuan komunikasi, programmer, dan sebagainya. Pekerjaan hybrid roles merupakan salah satu yang paling cepat berkembang dan karir terbaik di pasar kerja saat ini.

Seiring berkembangnya kemajuan teknologi, informasi, dan komunikasi di era digital, hybrid roles telah mengubah dunia kerja yang profesional dan mengandalkan tenaga kerja yang unggul dalam kemampuan teknologi dan sosial. Misalnya di suatu perusahaan atau organisasi jika tenaga kerja tersebut bekerja sebagai administrasi, sekarang bisa menambahkan bekerja sebagai keuangan.

Berdasarkan data Burning Glass dari hampir 1 miliar lowongan kerja saat ini, 1 dari delapan lowongan kerja sekarang merupakan pekerjaan hybrid roles. Teknologi berperan penting dalam tren pekerjaan hybrid roles. Keterampilan yang dibutuhkan untuk hybrid roles menurut Burning Glass yaitu Big data and Analytics, Intersection of Design and Development, Sales and Customer Service, dan Emerging Digital Technologies.

Dilansir dari artikel glints.com beberapa posisi pekerjaan yang termasuk hybrid roles yaitu digital analyst, desainer grafis, jurnalis bisnis dan ekonomi, auditor. Untuk mendapatkan pekerjaan di hybrid roles, individu harus mampu belajar lebih cepat agar dapat mengembangkan kemampuan diri.

Secara tidak langsung hybrid roles  sudah mulai diterapkan di tengah-tengah seharian kita, contohnya adalah seorang ibu rumah tangga yang juga sebagai guru putra putrinya ketika pembelajaran daring, dan tidak hanya sebagai guru, bisa merangkap online shop untuk menambah penghasilan keluarga.

Para guru TK dan SD juga tidak hanya sebagai pengajar online, juga bisa sebagai online shop, reseller atau dropshipper dan bahkan bisa menjadi youtuber dengan membahas soal-soal pelajaran atau olimpiade seperti olimpiade matematika. Beberapa pekerja perusahaan juga tidak hanya bekerja di satu perusahaan bisa juga sebagai pialang saham atau mencoba mengikuti Crypto yang sedang berkembang.

hybrid roles  ini juga mendukung program pemerintah yaitu industry 4.0 dengan mendigitalisasi semua pekerjaan dan akan mempercepat perputaran roda perekonomian. Dan selain itu masyarakat lebih adaptif dengan internet of things dan bisa mengikuti perkembangan jaman tanpa harus tertinggal dengan negara lain. (***)