Teknologi Fermentasi Madu-Bawang Lanang sebagai Penurun Kolesterol

Devyana Dyah Wulandari, S.Si, M.Si – Dosen Fakultas Kesehatan (FKes)

MADU merupakan cairan yang berasa manis yang dihasilkan dari perut lebah dan telah banyak dimanfaatkan sebagai terapi pengobatan oleh masyarakat.

Sesuai QS. Surat An-Nahl ayat 69 menyebutkan “Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan”.

Info Lebih Lengkap Buka Website Resmi Unusa

Telah disampaikan Tuhan telah menciptakan obat yang berasal dari perut lebah. Ada beberapa produk yang dihasilkan lebah di antaranya bee polen, royal jelly, propolis, dan madu. Madu juga terbagi menjadi 2 jenis, yaitu madu monoflora dan multiflora.

Nutrisi yang terkandung didalam madu antara lain karbohidrat, protein, vitamin, mineral dan senyawa polifenol seperti, asam  kafeat,  quercetin, kaempferol,  galangin dan acacetin.

Selain madu, zat yang dikenal memiliki khasiat antioksidan yang tinggi adalah bawang putih. Bawang putih banyak digunakan sebagai bumbu dapur yang memiliki bau khas yang menyengat namun dapat memberikan cita rasa yang lezat dalam masakan.

Salah satu jenis bawang putih yang mulai banyak digunakana adalah bawang putih tunggal, yang sering dikenal sebagai bawang lanang. Bawang lanang memiliki bau khas yang lebih menyengat daripada bawang putih biasa, dan memiliki senyawa aktif yang lebih banyak daripada bawang putih biasa.

Khasiat antioksidan ini semakin meningkat ketika bawang lanang di fermentasi didalam madu hutan. Cara membuat fermentasi madu hutan dengan bawang lanang ini, dapat dibuat dengan perbandingan 1:5 yaitu 100 gram bawang lanang yang telah di geprek dan direndam dalam 20 gram madu, ditutup dalam wadah kaca dan dibiarkan 1-2 minggu. Keberhasilan teknik fermentasi ini ditandai dengan munculnya gelembung gas dan siap untuk dikonsumsi.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis, fermentasi madu dengan bawang lanang ini dapat menurunkan kadar kolesterol yang diujikan terhadap hewan coba tikus jantan galur Wistar.

Penurunan kadar kolesterol ditemukan secara signifikan ketika tikus diperlakukan dalam kondisi hiperkolesterolemia dan di treatment dengan fermentasi madu bawang lanang.

Hal ini dikaitkan dengan kandungan senyawa polifenol yang tinggi dalam kombinasi madu dengan bawang lanang. Untuk para pembaca artikel ini, silahkan mencoba resep yang telah dijelaskan  penulis, dan rasakan manfaatnya. Salam sehat selalu.

sumber duta.co

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.