Bisakah Ibu Bekerja Memberikan ASI Eksklusif ?

Kartika Yuliani, S.Gz., M.P.H – Dosen S1 Gizi, Fakultas Kesehatan

PEMBERIAN Air Susu Ibu (ASI) eksklusif pada bayi 0-6 bulan merupakan faktor yang sangat penting untuk kesehatan bayi dan ibu.

ASI eksklusif memberikan banyak manfaat untuk bayi misalnya sebagai makanan utama bagi bayi, untuk meningkatkan imunitas tubuh bayi sehingga bayi terhindar dari penyakit infeksi, membantu mempercepat pematangan organ bayi khususnya pada bayi prematur, serta mencegah terjadinya penyakit tidak menular seperti hiperkolesterolemia, diabetes dan lain sebagainya saat dewasa.

Bagi ibu, ASI eksklusif dapat mengurangi risiko kanker payudara dan kanker ovarium, mengurangi pendarahan postpartum, menurunkan berat badan badan, serta memberi efek analgesik (mengurangi rasa sakit) selama pemulihan postpartum. ASI eksklusif juga memberi manfaat lainnya yaitu lebih ekonomis serta mengurangi sampah botol dan kaleng susu formula

Walaupun ASI eksklusif memiliki segudang manfaat, kenyataannya keberhasilan pemberian ASI eksklusif khususnya pada ibu bekerja masih rendah dibanding pada ibu yang tinggal di rumah.

Banyak alasan yang mendasari ketidakberhasilan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja namun sebagian besar diantaranya dikarenakan oleh jadwal kerja yang padat.  Ada beberapa tips yang perlu diterapkan oleh ibu bekerja agar keberhasilan menyusui ASI eksklusif dapat tercapai.

Di antaranya mulai memompa ASI untuk persediaan saat mulai kembali bekerja pada awal masa-masa postpartum atau sebelum masa cuti melahirkan berakhir, mencoba menawarkan diri untuk work from home jika memungkin.

Juga meminta izin dari atasan dan teman sejawat terkait rencana jadwal pompa ASI saat bekerja, menjadwalkan pompa ASI saat bekerja, mempersiapkan peralatan pompa ASI yang memadai di tempat kerja, mencari tempat yang nyaman dan private seperti ruang laktasi (jika memungkinkan) untuk pompa ASI saat bekerja, serta mempelajari dan menerapkan sistem penyimpanan ASI perah yang baik.

Berdasarkan tips-tips di atas, tidak dapat dipungkiri bahwa dukungan dari lingkungan atau tempat bekerja sangat mendukung keberhasilan ASI eksklusif.

Karena itu ibu menyusui sebaiknya menjalin komunikasi yang baik terkait dengan rencana pompa ASI selama bekerja.  Selain itu, perusahaan atau tempat bekerja juga sebaiknya melakukan edukasi ke seluruh pegawai terkait ASI eksklusif agar dapat memberi dukungan pada ibu menyusui.

Terkait dengan sistem penyimpanan ASI perah, ibu menyusui dapat memanfaatkan refrigerator (kulkas) dan freezer.  ASI perah dapat dikonsumsi maksimal 4 jam setelah dipompa jika disimpan di suhu ruangan 27-32?C dan bisa bertahan hingga 6 jam di suhu ruang yang lebih rendah.  Jika disimpan di refrigerator ASI bisa bertahan maksimal 3 hari.

Jika disimpan di freezer kulkas 1 pintu, ASI bisa bertahan maksimal 2 minggu, sedangkan jika disimpan pada freezer kulkas 2 pintu, ASI dapat bertahan maksimal 3 bulan.  ASI beku atau ASI dingin yang sudah dicairkan atau dihangatkan di suhu ruang sebaiknya segera diberikan pada bayi atau maksimal 2 jam diletakkan di suhu ruang.

Bila ibu menyusui dan pengasuh bayi dapat menerapkan sistem penyimpanan ini dengan baik, keberhasilan memberikan ASI eksklusif pada bayi selama 6 bulan pertama akan semakin mudah dicapai.

sumber duta 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.