Pengmas Dosen untuk Munculkan Jiwa Kewirausahaan dan Buat Usaha

Surabaya – Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis dan Teknologi Digital (FEB-TD) Azmil Chusnaini, S.IP., M.SM. melakukan pengabdian masyarakat (pengmas) dengan memberikan pelatihan kewirausaha kepada siswa kelas 2 SMKN 2 Surabaya. Langkah ini untuk memunculkan kewirausahaan muda yang kuat serta memberikan dampak perekonomian di Indonesia.
Azmil menjelaskan pengabdian ini dilakukan untuk memunculkan generasi wirausaha muda yang ada di sekolah tersebut. Dengan bimbingan dari dosen Unusa siswa dapat diarahkan untuk menjadi wirausaha muda. “Semangat anak muda ini cukup baik sebagai upaya menjadi wirausaha muda,” ucap Azmil.
Dipilihnya peserta dalam pengmas dari siswa kelas dua, karena mereka akan berangkat magang, sehingga ilmu ekonomi bisnis yang diajarkan bisa dipraktikkan di dunia industri. “Jadi mereka memiliki poin penting untuk menambah keilmuan mereka,” ungkap Azmil.
SMKN 2 Surabaya yang memiliki visi dan misi untuk menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja secara mandiri sebagai wirausaha (entrepreneur). “Hal ini sejalan dengan tujuan yang dimiliki Unusa yaitu menyiapkan generasi rahmatan lil Alamin,” ungkapnya.
Dikatakan Azmil, jiwa wirausaha adalah jiwa kemandirian untuk mencari sebuah sumber penghasilan dengan membuka usaha ataupun menyalurkan kreativitas seseorang, yang nantinya dapat dijadikan untuk mencari penghasilan. “Jika jiwa kewirausahaan ditanamkan sejak dini, maka harapannya seseorang mulai sadar akan pentingnya uang dan bagaimana cara memperolehnya melalui keterampilan dan kreativitas yang dimiliki dalam bentuk barang atau jasa,” ungkap Azmil.
Azmil berharap melalui pengmas dirinya bisa memunculkan jiwa kewirausahaan di kalangan siswa. Harapannya akan muncul kewirausahaan muda yang mandiri dan kreatif dengan segudang ide yang dimiliki,” ungkapnya.
Salah satu siswa, Ardian mengaku senang dengan pengajaran yang diajarkan dosen Unusa. Sehingga ide bisnis yang ada dalam diri siswa seperti dirinya bisa muncul dan ke depan bisa dijalankan. “Jadi kami diberitahu bagaimana mendesign produk hingga bagaimana pemasaran yang akan dilakukan,” terangnya.
Ardian mengaku sudah memiliki ide bisnis untuk memulai wirausaha yang akan dijalaninya. “Saya sudah merencanakan dan merancang bisnis yang memang cocok dengan hobi dan kesenangan,” ujarnya. (sar humas)