SURABAYA – Memperingati Hari Santri Nasional 2026, mahasiswa semester 3 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) melakukan aksi peduli lingkungan melalui penanaman bibit dan identifikasi tanaman di Kebun Bibit Wonorejo, Surabaya, Jumat (23/10).
Kegiatan yang diikuti 60 mahasiswa dan dosen, termasuk dua mahasiswa asal Filipina, ini tidak sekadar menjadi pembelajaran di luar kelas. Mahasiswa juga diajak menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus mengembangkan kreativitas dalam merancang media pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) bagi siswa sekolah dasar.
Dosen pengampu mata kuliah Pendidikan IPA SD, Dr. Asmaul Lutfauziah, M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pengamalan nilai-nilai kesantrian melalui tindakan nyata yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
“Kegiatan ini dilakukan sebagai wujud aksi nyata mahasiswa Unusa sebagai santri dalam menjaga alam dan mendukung program SDGs,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan calon guru tidak cukup hanya membekali mahasiswa dengan pengetahuan teoretis. Mereka juga perlu mendapatkan pengalaman langsung agar mampu menghubungkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari, termasuk menanamkan kecintaan terhadap alam dan tanggung jawab menjaga lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa melakukan penanaman bibit sayuran dan tanaman obat keluarga (TOGA), mengidentifikasi berbagai jenis tanaman, serta mengamati karakteristik dan manfaatnya. Hasil pengamatan kemudian menjadi bahan untuk menyusun media ajar IPA yang dapat digunakan dalam pembelajaran di sekolah dasar.
Melalui praktik langsung ini, mahasiswa belajar memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar. Keanekaragaman tanaman di Kebun Bibit Wonorejo dapat digunakan untuk membantu siswa mengenali bagian dan fungsi tumbuhan, memahami manfaat tanaman, serta membangun kesadaran tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.
Pengalaman tersebut juga mendorong mahasiswa merancang pembelajaran yang lebih kontekstual, konkret, dan menarik. Dengan demikian, siswa sekolah dasar nantinya tidak hanya mempelajari konsep IPA melalui buku, tetapi juga dapat memahami fenomena alam melalui pengamatan dan pengalaman langsung.
Keterlibatan dua mahasiswa asal Filipina turut memberikan nuansa kolaborasi internasional dalam kegiatan tersebut. Partisipasi mahasiswa lintas negara ini memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang melampaui batas geografis dan kebangsaan.
Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan pembelajaran kontekstual, SDG 15 tentang Ekosistem Daratan melalui penguatan kepedulian terhadap keanekaragaman hayati, serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengenalan pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana.
Melalui kegiatan ini, FKIP Unusa menegaskan komitmennya untuk membentuk calon guru yang tidak hanya kompeten secara akademik dan pedagogis, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Peringatan Hari Santri pun menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menerjemahkan nilai-nilai yang dipelajari ke dalam tindakan nyata. Melalui kegiatan sederhana seperti menanam, mengenali, dan merawat tanaman, mahasiswa belajar bahwa pendidikan dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan untuk membangun masa depan yang lebih berkelanjutan. (Humas Unusa)
English

