Tiga Bekal Dari Rektor untuk Wisudawan

SURABAYA – Wisuda bukan menjadi akhir dari perjalanan, melainkan awal bagi para lulusan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) untuk memasuki dunia profesional dan kehidupan bermasyarakat. Di tengah persaingan kerja dan perubahan teknologi yang semakin cepat, Rektor Unusa Prof Ir Tri Yogi Yuwono menitipkan tiga pesan penting kepada para wisudawan sebagai bekal dalam menapaki kehidupan setelah kampus.

Pesan pertama adalah pentingnya ketekunan dan kerja keras. Para lulusan, kata Rektor, akan memasuki lingkungan yang kompetitif dan berhadapan dengan lulusan dari berbagai perguruan tinggi. Dalam situasi tersebut, kemampuan akademik saja tidak cukup tanpa kedisiplinan dan daya juang. “Orang yang tekun dan rajin akan selalu mengalahkan orang pintar yang malas,” tegasnya.

Pesan kedua yang ditekankan Rektor adalah menjaga integritas, adab, dan empati. Sebagai lulusan Unusa yang mengakar pada nilai-nilai keislaman dan kepesantrenan, para wisudawan diharapkan tidak hanya mengandalkan kompetensi profesional, tetapi juga membawa nilai moral dalam menjalankan profesinya.

Pesan ini menjadi semakin relevan di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan disrupsi teknologi. “Teknologi tidak akan pernah bisa menggantikan sentuhan hati manusia, rasa empati, dan solidaritas sosial,” ujarnya.

Karena itu, Rektor meminta lulusan Unusa memadukan profesionalisme dengan integritas moral, adab, sopan santun, dan penghormatan kepada sesama. “Pintar saja tidak cukup jika tidak memiliki akhlak yang mulia,” pesannya.

Pesan ketiga adalah agar para lulusan tidak melupakan jasa orang tua dan keluarga yang telah mendukung perjalanan pendidikan mereka. “Jangan pernah lupakan jasa mereka. Kesuksesan karier kalian ke depan akan sangat tergantung pada seberapa besar kalian berbakti dan menghormati orang tua,” pesannya.(Humas Unusa)