TAIWAN – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) terus memperkokoh posisinya di panggung pendidikan internasional. Di sela-sela kunjungan kerja Rektor UNUSA, Prof. Tri Yogi Yuwono, DEA., IPU., ASEAN.Eng., bersama Wakil Rektor 1 UNUSA Prof. Dr. Eng. Ir. Ahmad Rusdiansyah, M.Eng., CSCP., CLTD, IPU., dan Wakil Rektor 3 UNUSA Prof. Dr. Bambang Sektiari Lukiswanto, DEA., DVM., ke Taiwan dalam rangka menghadiri prosesi wisuda mahasiswa program International Industrial Talents Education Special Program (INTENSE) di St. John’s University, melakukan diskusi strategis dengan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan pada Minggu (7/6) siang.
Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut membahas berbagai peluang kolaborasi konkret yang bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan bagi diaspora Indonesia serta memperluas jejaring pengabdian masyarakat UNUSA di mancanegara.

Salah satu poin krusial dalam pertemuan tersebut adalah rencana pembukaan program perkuliahan daring (online learning) bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Taiwan. UNUSA memproyeksikan PCINU Taiwan sebagai mitra strategis atau “kantor cabang” yang memfasilitasi koordinasi pendidikan bagi para pekerja migran yang ingin meningkatkan jenjang pendidikan tinggi di tengah kesibukan mereka.
Selain akses pendidikan, UNUSA dan PCINU Taiwan juga mendiskusikan kemungkinan implementasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional. Program ini dirancang agar mahasiswa UNUSA dapat terjun langsung ke komunitas masyarakat Indonesia di Taiwan untuk melakukan pemberdayaan berbasis komunitas.

Kerja sama riset bersama juga menjadi fokus penting. Fokusnya adalah meneliti tantangan dan peluang bagi masyarakat migran Indonesia, baik dari sisi sosial, kesehatan, maupun ekonomi, guna memberikan rekomendasi yang berdampak positif bagi kesejahteraan diaspora Indonesia di Taiwan.
PCINU Taiwan diharapkan dapat berperan sebagai simpul komunikasi dan koordinasi utama antara UNUSA dan masyarakat Indonesia di Taiwan. Dengan basis massa yang kuat dan pemahaman mendalam mengenai kondisi lapangan di Taiwan, PCINU dianggap sebagai mitra paling ideal untuk menjamin keberlanjutan program-program kolaboratif ini.
Langkah ini menegaskan komitmen UNUSA untuk terus berinovasi dalam mengintegrasikan pendidikan tinggi dengan kebutuhan nyata masyarakat, serta memperluas jangkauan manfaat civitas akademika UNUSA hingga melampaui batas-batas negara. Ini juga menjadi bukti bahwa UNUSA turut mendukung poin 17 SDGs yakni kemitraan untuk mencapai tujuan.(Humas Unusa)
English

