Pendapatan Pensiun yang Tidak Cukup: Menavigasi Risiko Finansial di Masa Tua

Ninnasi Muttaqiin, S.M.B., M.SM., CFP., ANZIIF (Assoc) CIP., CPM. – Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Teknologi Digital

MENYONGSONG masa pensiun sering kali dibayangi oleh ketidakpastian akan kesejahteraan finansial. Tidak jarang, seseorang menghadapi kenyataan bahwa pendapatan pensiun mereka tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Situasi ini tidak hanya menimbulkan kecemasan tetapi juga menuntut strategi dan perencanaan yang matang untuk menavigasi risiko finansial di masa tua.

Berdasarkan data dari Employee Benefit Research Institute di tahun 2023 optimisme orang Amerika bahwa mereka akan memiliki cukup uang untuk hidup dengan nyaman selama masa pensiun menurun, baik pekerja maupun pensiunan melaporkan kekhawatiran yang tinggi tentang inflasi dan dampaknya terhadap tabungan/pengeluaran mereka.

Temuan lain adalah tingkat utang para karyawan terus meningkat dan berdampak negatif pada kemampuan mereka dalam menabung untuk masa pensiun. Ketika orang Amerika berusaha mempersiapkan masa pensiun, penurunan rekening pensiun telah menimbulkan kekhawatiran bagi mereka.

Di saat yang sama, pemahaman mengenai pilihan investasi program pensiun masih kurang bagi sebagian orang, dan banyak yang tidak menganggap penyedia layanan di tempat  mereka sebagai sumber utama untuk mendapatkan informasi dan nasihat mengenai perencanaan pensiun. Hal itu menyebabkan kurangnya persiapan bagi para karyawan dalam menghadapi masa pensiun.

Ketika seseorang memasuki masa pensiun, sumber pendapatan utama umumnya beralih dari gaji menjadi dana pensiun, tabungan, atau investasi. Akan tetapi, inflasi, biaya kesehatan yang meningkat, dan umur harapan hidup yang lebih panjang dapat mengikis nilai riil pendapatan tersebut. Maka dari itu, penting untuk mengevaluasi kembali pengeluaran dan menyesuaikannya dengan realita pendapatan yang ada.

Menghadapi situasi ini, perencanaan keuangan menjadi sangat krusial. Langkah pertama adalah menyusun anggaran yang realistis, mencakup semua pengeluaran rutin dan potensial.

Mengetahui dengan pasti berapa banyak yang dibutuhkan untuk pengeluaran sehari-hari dapat membantu dalam mengatur dana pensiun agar cukup memenuhi kebutuhan. Perhitungan ini juga sebaiknya dilengkapi dengan informasi tentang proyeksi ekonomi termasuk suku bunga dan inflasi.

Selain itu, investasi juga bisa menjadi kunci untuk meningkatkan pendapatan pensiun. Memilih investasi yang tepat, yang sejalan dengan profil risiko dan kebutuhan likuiditas, dapat membantu dalam memaksimalkan penghasilan pasif. Namun, penting untuk mendapatkan nasihat dari ahli keuangan guna memastikan bahwa investasi yang dipilih sesuai dengan tujuan keuangan dan kondisi pasar.

Di sisi lain, mengurangi pengeluaran bisa menjadi strategi lain untuk menyesuaikan dengan pendapatan pensiun yang terbatas. Ini mungkin berarti mengubah gaya hidup, seperti memilih tempat tinggal yang lebih ekonomis, mengurangi pengeluaran tidak penting, atau bahkan mempertimbangkan pekerjaan paruh waktu untuk menambah pendapatan.

Terakhir, menjaga kesehatan merupakan aspek penting yang sering terabaikan. Biaya kesehatan yang tidak terduga dapat menguras simpanan pensiun secara signifikan. Oleh karena itu, menjalani gaya hidup sehat dan memiliki asuransi kesehatan yang memadai dapat mengurangi risiko keuangan akibat biaya kesehatan yang tinggi.

Navigasi risiko finansial di masa tua membutuhkan persiapan, adaptasi, dan keputusan yang bijaksana. Dengan perencanaan keuangan yang baik, investasi yang tepat, pengelolaan pengeluaran yang efektif, dan pemeliharaan kesehatan, masa pensiun dapat dijalani dengan lebih nyaman dan tenang. (***)

Ninnasi Muttaqiin, S.M.B., M.SM., CFP., ANZIIF (Assoc) CIP., CPM. – Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Teknologi Digital (FEBTD) Unusa

Kalender Akademik


This will close in 20 seconds