Enam dosen Ajarkan SEFT bagi Penderita DM

Surabaya – Enam Dosen Unusa melakukan pengabdian masyarakat dengan memberikan pelatihan kepada kader dan warga RW 05 Kelurahan Wonokromo tentang Spiritual Emosional Freedom Technique (SEFT) sebagai upaya promotif dan preventif perawatan palliative penderita Diabetes Militus (DM). Enam dosen antara lain Ratna Yunita Sari, S.Kep.Ns., M.Tr.Kep, Nety Mawardah Hatmanti, S.Kep.Ns., M.Kep, Dr.Abdul Muhith, S.Kep.Ns., M.Tr.Kep, Imamatul Faizah, S.Kep.Ns., M.Tr.Kep, dr. Evi Sylvia Awwalia, Sp.PD1, Riska Rohmawati, S.Kep.Ns., M.Tr.Kep.


SEFT merupakan salah satu terapi Psikologi yang pertama kali ditujukan untuk melengkapi alat psikoterapi yang sudah ada. Cara ini merupakan salah satu variasi dari cabang ilmu baru yang dinamai Energy Psychology. “Selain itu, SEFT adalah gabungan antara Spiritual power dan Energy Psychology,” ungkap Ratna.


Keenam dosen ini membagikan beberapa tips sebelum melakukan SEFT, pertama dengan cara The Set-Up atau pengaturan hal ini bertujuan untuk memastikan agar aliran energi tubuh kita terarahkan dengan tepat. Langkah ini untuk menetralisir psychological Reversal atau perlawanan psikologis, dimana langkah the Set up ini diawali dengan mengucapkan kalimat the set-up seperti dengan penuh rasa khusyuk, ikhlas dan pasrah sebanyak tiga kali.


“Kedua adalah sambil mengucapkan dengan penuh perasaan, kita menekan dada kita, tepatnya di bagian Sore Spot atau titik nyeri di sekitar dada atas yang jika ditekan terasa agak sakit atau mengetuk dengan dua ujung jari di bagian Karate Chop. Setelah menekan titik nyeri atau mengetuk karate chop sambil mengucapkan kalimat Set-Up seperti di atas, kita melanjutkan dengan langkah kedua, The Tune-In (Zainuddin, 2012),” Ungkapnya.


Langkah kedua dengan cara the tune-In atau mendengarkan merupakan masalah fisik, kita melakukan tune-in dengan cara merasakan rasa sakit yang kita alami, lalu mengarahkan pikiran kita ke tempat rasa sakit, dibarengi dengan hati dan mulut kita berdoa. Masalah emosi, kita melakukan tune-In dengan cara memikirkan sesuatu atau peristiwa spesifik tertentu yang dapat membangkitkan emosi negative yang ingin kita hilangkan. “Ketika terjadi reaksi negatif seperti marah, sedih, takut dan sebagainya pada hati dan mulut, kita bisa langsung berdoa,” ungkapnya.


Bersamaan dengan Tune-In ini kita melakukan langkah ketiga dengan cara Tapping atau mengetuk melalui proses inilah kita menetralisir emosi negatif atau rasa sakit fisik. Dimana langkah ini dengan cara mengetuk ringan dengan dua ujung jari pada titik-titik tertentu di tubuh kita sambil terus Tune-In. “Titik-titik ini adalah titik-titik kunci dari The Major Energy Meridians, yang jika kita ketuk beberapa kali akan berdampak pada ternetralisirnya gangguan emosi atau rasa sakit yang kita rasakan. Karena aliran energi tubuh berjalan dengan normal dan seimbang kembali,” ucap Ratna. (humas)