Tujuhbelas Dokter Baru Dilantik dan Diambil Sumpah

Surabaya – Fakultas Kedokteran Unusa melantik dan mengambil sumpah dokter angkatan ke 2 periode Agustus 2021 yang digelar di Auditorium Lantai 9 Unusa Tower Kampus B. Acara digelar secara hybrid, online dan offline, Sabtu (7/8) siang.

Sebanyak 17 orang dilantik dan diambil sumpahnya menjadi dokter baru. Dimana dua mahasiswa berada di Auditorium Lantai 9, sisanya mengikuti secara daring dari rumah masing-masing. Ke-17 yang dilantik ini adalah gelombangkedua dari angkatan pertama yang telah menyelesaikan pendidikan profesi dan lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD).

Total angkatan pertama FK Unusa yang lulus UKMPPD sebanyak 96 persen. Mereka dinyatakan first taker atau baru menjalani UKMPPD sekali langsung lulus. Ini prestasi luar biasa yang dicapai oleh angkatan pertama FK, kata Dekan FK, Dr. dr. Handayani, M.Kes.

Sementara Rektor Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng dalam sambutannya mengapresiasi usaha yang telah dilakukan para mahasiswa kedokteran angkatan pertama Unusa.

“Kerja keras Saudara bisa menjadi suri tauladan bagi adik mahasiswa berikutnya. Kerja keras ini menjadi contoh baik untuk adik kelas yang ada di Unusa,” katanya mengungkapkan.

Pengambilan sumpah kali ini dalam suasana duka. Karena itu dalam sambutan dekan dan juga rektor dipanjatkan doa untk dua mahasiswa FK yang wafat karena terpapar Covid-19. Kedua mahasiswa masing-masing Badiatul Khilqoh dan Claudia Happy Lanovia. Secara khusus dekan dan rektor meminta undangan dan dokter baru yang dilantik dan diambil sumpah untuk mendoakan kedua almarhumah. Badiatul Khilqoh merupakan mahasiswa profesi dokter, sedangkan Claudia merupakan mahasiswa sarjana pendidikan dokter.

Dalam sambutannya, Handayani mengatakan, kemajuan teknologi telah membawa dampak yang luar bisa dalam kehidupan, termasuk dalam bidang kedokteran, maka para dokter perlu memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Karena itu jangan pernah berhenti dan teruslah belajar sepanjang hayat dikandung badan, karena ilmu pengetahuan di dunia kedokteran terus menerus berkembang dengan sangat cepat,” katanya. (sar humas)