Empat Langkah Meningkatkan Pemasaran Melalui Sosial Media

Surabaya – Berapa lama publik menghabiskan waktu selama pandemi Covid-19 di berbagai platform sosial media? Jawabannya, dari 4,2 miliar pengguna aktif sosial media di seluruh dunia, rata-rata menghabiskan waktu secara efektif di berbagai platform sosial media selama 2 jam dan 25 menit setiap harinya.

Demikian data insight yang dirilis dari hootsuite di tahun 2021 ini. Lalu data tersebut bisa digunakan untuk apa saja? Menurut Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Teknologi Digital (FEB-TD) Mohamad Rijal Iskandar Zhulqurnain, S.M., M.Comm, bisa digunakan untuk meningkatkan pemasaran melalui sosial media.

Menurut Rijal, pandemi membuat masyarakat lebih banyak waktu di rumah serta kerap menggunakan sosial media, karena itu memanfaatkan sosial media untuk meningkatkan pemasaran adalah jalan terbaik.

Rijal memiliki empat cara meningkatkan pemasaran melalui sosial media. Pertama, yang harus diperhatikan lebih dahulu adalah miliki rencana branding yang jelas sejak awal. Perencanaan di awal dapat memastikan, upaya apa yang akan dilakukan serta platform sosial media mana yang akan digunakan sejalan dengan rencana pencapaian tujuan branding.

“Sehingga sejak awal harus didefinisikan, siapa target audience, platform apa yang akan digunakan, upaya apa yang dapat dilakukan dalam platform tersebut, hingga cara mengukur performa branding dikemudian hari,” ungkap Rijal.

Langkah kedua, gunakan platform sosial media yang sesuai dengan target konsumen yang akan dituju. “Contohnya Gen Z cenderung memilih dan lebih familiar dengan informasi melalui Instagram atau TikTok. Dari sini kita dapat menggunakan TikTok sebagai media utama namun tetap didukung platform lainnya seperti Twitter untuk customer service atau mengarahkan calon konsumen (leads) ke TikTok,” ungkapnya.

Ketiga, membangun hubungan baik dengan pengikut ataupun para influencer di sosial media. Dengan hubungan yang baik, maka akan terbentuk kepercayaan dan loyalitas terhadap brand atau produk yang dimiliki.

“Tentu dalam membangun kepercayaan ada beberapa hal yang dapat dilakukan seperti menggunakan bantuan micro influencer, dimana mereka cenderung lebih intens berhubungan dengan para pengikut dan lebih organik serta otentik dalam pembuatan konten; melakukan mention dan post konten dari para pengikut di sosial media, cara ini akan meningkatkan hubungan brand bisnis,” jelasnya.

Langkah keempat, sebarkan aura emosi positif dalam konten. Langkah ini dilakukan dengan menyebar konten-konten yang bernuansa emosi positif. Perlu diingat, konsumen saat ini cenderung menginginkan menerima konten yang bernuansa emosi positif di tengah kondisi yang cenderung memberikan rasa takut.

“Melalui konten bernuansa positif, kita akan membuat mereka merasa butuh terhadap informasi positif di konten branding yang dibuat. Contohnya Salah satunya seperti menggunakan pendekatan jokes yang lucu-lucu dalam mengemas pesan di konten kita,” jelas Rijal. (sar humas)