Gemar Mandaki Gunung Sejak Remaja

Iis Noventi S.Kep.,Ns.,M.Kep

Surabaya – Tak banyak perempuan yang hobi mendaki gunung. Dari yang tak banyak itu nama dosen keperawatan, Iis Noventi S.Kep.,Ns.,M.Kep, salah satunya. Untuk mengisi waktu luang dan berkegiatan bersama keluarga, ia melakukannya bersama suami ia melakukannya di akhir pekan.

Bersama suami ia selalu memilih gunung yang akan didaki. Pilihannya gunung yang tidak terlalu tinggi, sehingga pendakian bisa dilakukan sehari. “Biasanya sampai puncak saya dan suami langsung turun, karena memang memilih tidak ber-camp,” jelas Iis, Senin (12/7).

Iis menjelaskan, sejak remaja dirinya suka mendaki gunung, sehingga ia tercatat sebagai salah satu anggota mahasiswa pencinta alam (Mapala). “Saya suka sekali mendaki, hingga usia 50 tahun saat ini saya suka mendaki dan fisik ini masih kuat,” jelas wanita kelahiran Malang, 16 November 1971.

Dengan mendaki, kata Iis, dirinya bisa menjaga kesehatan sekaligus dimanfaatkan untuk berolahraga dan menghilangkan stres. “Kegiatan mendaki gunung dapat melihat pemandangan alam yang indah sehingga stres kemudian akan hilang,” jelasnya.

Tahun ini ia berencana akan mendaki salah satu gunung di Jawa Tengah bersama dengan beberapa mahasiswa. Namun karena pandemi Covid-19, keinginannya wurung dilakukan. “Jadwal kegiatan kami di sana rencanannya akan belajar bagaimana mengatasi jika ada pendaki yang mengalami hipotermi,” jelas wanita lulusan Magister Keperawatan Unair.

Iis berharap jika pandemi Covid-19 mereda, dirinya akan menyiapkan untuk melakukan pendakian tersebut. “Jadi olahraga serta belajar langsung di gunung,” terangnya. (sar humas)