Ratusan Mahasiswa Surabaya Belajar jadi Pengusaha, Adu Laris Berjualan Bermacam Produk ini

Surabaya – Ratusan mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dan kampus lain di Surabaya saling adu entrepeneur di Unusa Jl Jemursari, Jumat (12/1/2018). Mereka ditantang berwirausaha dengan berjualan di kampus ini.

Ada 110 peserta mahasiswa yang ambil bagian dalam entrepeneur plus di Unusa ini. Mereka dari Universitas Ciputra, Unair, dan sejumlah kampus lain. Hampir semua berjualan berbagai macam produk. Mulai makanan, garmen, produk kesehatan, hingga sejumlah produk lain.

“Kami tertantang untuk menggeluti produk smarthouse ini. Tidak banyak yang minat, tapi kami yakin akan jadi produk yang paling dicari,” kata Pepi Indah Cahyani, mahasiswi Keperawatan Unusa, Jumat (12/1/2018).

Apalagi produk itu bisa dipesan melalui online. Selain produk untuk mencerdaskan anggota keluarga ini, mereka rata-rata berjualan produk makanan olahan. Ada pula produk makanan lain.

Namun, ada juga berjualan produk hantaran pernikahan dan produk kreatif lainnya. Entrepeneur Plus (EnPlus) Festival 2018 yang diadakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unusa ini digelar selama dua hari hingga Sabtu besok (13/1/2018).

Tidak hanya dari mahasiswa FEB, mahasiwa dari fakultas lain juga ambil bagian dalam pameran dan bazar ini. Bahkan pelaku sejumlah pelaku UKM binaan kampus ini juga Ikut festival.

Mereka saling adu jualan hingga menjadi yang paling laris. Mereka berebut pasar ribuan mahasiwa, dosen, karyawan, juga pegawai dan pengunjung RSI Jemursari. Maklum, Kampus B Unusa satu kompleks dengan RSI ini.

Saat ditemui usai membuka EnPlus Festival, Rektor Unusa Prof Achmad Jazidie, mengucapkan bahwa kampus adalah tempat menumbuhkan jiwa entrepeneur. “Tidak semua mahasiswa ingin jadi buruh, pegawai, atau PNS. Menjadi pengusaha juga impian,” kata Jazidie.

Kampus harus menciptakan budaya dan lingkungan entrepeneur. Jiwa wira usaha ini harus terbangkitkan. Diakui saat ini ada kesenjangan ketersediaan tenaga kerja dan tersedianya pekerjaan. Bagi mereka yang tidak terserap di dunia kerja mau apa? Sejak dini harus disiapkan semangat Entrepeneur.

Kampus Unusa saat ini terus mendampingi mahasiswa yang memiliki Business plan melakukan Entrepeneur mereka.

Kampus harus mendukung Temasuk pendanaan. Caranya dengan mengupayakan mereka dalam program wira usaha mahasiswa bersama Kementerian. Banyak program Entrepeneur di Kemendikti bahkan ada bantuan dana bergulir.

“Kami apresiasi ada mahasiswa perawat di Kampus kami membuat inovasi makanan khusus ibu hamil muda. Ada kepekaan dan kreativitas di sini,” kata Jazidie.

EnPlus Festival itu diharapkan mampu memotivasi mahasiswa agar bisa menjadi entrepreneur andal. Harus ada gebrakan baru dalam program penumbuhan jiwa kewirausahaan di kampus.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unusa, Yusak Anshori, menyampaikan bahwa jualan di kampus itu merupakan kegiatan tahunan. Namun kali ini diperluas cakupannya.

“Kami ingin mengajak lebih banyak lagi mahasiswa tidak hanya kampus Surabaya seperti tahun ini. Tadi banyak kampus lain gabung di EnPlus Festival 2018. Ke depan target kami kampus lain seluruh Jatim ikut,” kata Yusak. (Humas Unusa)