Unusa Ajak 42 Civitas Akademik Perdalam Dunia Jurnalistik

SURABAYA:

Sebanyak 42 peserta di lingkungan Universitas Nadhlatul Ulama Surabaya (Unusa) selama sehari, Rabu (11/5) mengikuti kegiatan Workshop Jurnalistik Dasar. Mereka merupakan perwakilan dari jurusan, program studi, unit kegiatan mahasiswa dan Humas, yang selama ini memiliki peran dalam pembuatan berita.

Kegiatan yang dipusatkan di Kampus A ini mengundang dua pembicara praktisi media massa, masing-masing Sukemi dan Adriono.

Peserta diajak untuk mendalami karakteristik sebuah berita, bagaimana berita dibentuk dan direncanakan sertai bagaimana menuliskannya. Rumus 5 W + 1 H pun dipraktikkan, tapi bergantung dengan kebutuhan atau jenis berita apa yang hendak dibuat. Intinya rumus awal dalam sebuah berita dapat dimodifikasi sesuai gaya kepenulisan seorang wartawan.

Sukemi, Mantan Wartawan dan Prkatisi Media menjelaskan, seorang penulis harus mengasah kemampuannya. Salah satu caranya dengan membaca dan terus membaca, lalu menulis dan terus menulis. Karena dengan menulis masa tua kita tidak akan mudah lupa (pikun). “Penulis perlu menguasai kemampuan bahasa tulis sesuai dengan ilmu pengetahuan atau bidang yang dikuasainya. Sementara modal untuk menulis ada 3, yaitu terkait dengan peristiwa momentum, peristiwa teragenda, dan peristiwa fenomena,” ungkap mantan wartawan yang menyampaikan materi tentang Sajian Jurnalistik.

Sementara itu, Adriono, mengungkapkan bahwa, seorang humas tidak dapat dipisahkan dengan kemampuannya untuk membuar rilis atau membuat berita. Kemampuan ini penting untuk memberitakan sebuah kegiatan atau event yang sedang dilaksanakan di lingkungan di mana humas bekerja.

Dia memberikan tips untuk pembuatan rilis yang tepat sasaran dan segera direspons oleh media. “Sebuah rilis itu beritanya harus berbobot, informasinya penting, lalu buatlah lead atau permulaan berita pada alinea pertama dengan unsur yang kuat, sajiannya lugas dan sederhana, lalu perbanyak fakta. Dan jangan lupa dikirim tepat waktu, bangun relasi dengan media. Beberapa tips tersebut dapat digunakan untuk membuat siaran pers atau rilis agar bisa diterbitkan oleh sebuah media,” tutur mantan redaktur Surabaya Post ini.

Kegiatan ini direspons positif oleh peserta, karena kegiatan semacam ini dapat menambah pengetahuan dan mengasah kemampuan dalam hal tulis menulis. Muhammad Masruri, mahasiswa S1 PGSD Unusa mengungkapkan kesannya terhadap kegiatan ini, dia merasa senang karena mengetahui cara dan trik untuk menulis sebuah berita maupun rilis. “Kami diajak membuat berita dan rilis. Secara tidak langsung, kami menjadi seorang wartawan dadakan. Selian itu kegiatan ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman baru di dunia jurnalistik,” kata mahasiswa angkatan 2014 ini menjelaskan. (HumasUnusa)