Surabaya – Bicara tentang berat badan adalah hal yang sensitif bagi sebagian besar perempuan. Mereka cenderung menghindar jika ditanya berapa angka timbangan beratnya. Maklum menjaga berat badan normal bukan perkara mudah di tengah godaan kuliner yang kian hari kian beragam pilihannya.

“Aduh mbak, angka timbangannya ga perlu disebut dengan keras tapi langsung ditulis aja. Malulah kita kalau terdengar yang lain,” kata Annisa, karyawan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unusa kepada petugas kesehatan UPTD Puskesmas Jemursari, di Kafe Fastron, Tower Unusa Kampus B, Selasa (12/11).

Mendengar keluhan tersebut, para petugas yang sedang sibuk melayani pemeriksaan kesehatan tampak tersenyum memahami. Sementara beberapa karyawan dan mahasiswa Unusa antri dengan tertib menunggu giliran timbang badan, mengukur tinggi badan dan lingkar perut, periksa tensi darah, kolesterol, dan gula darah.

“Timbangan saya naik lagi nih jadi 50 kg, padahal biasanya 45 kg. Gak tahan godaan makan nasi bebek dan nasi babat,” kata Mahwiyah SAK karyawaan Laboratorium FK Unusa sembari tertawa.

Menurut wanita berparas manis ini pemeriksaan kesehatan  sangat dibutuhkan agar bisa mengontrol pola makan sehat. Ia tak memungkiri jika wisata kuliner bersama teman menjadi godaan terbesarnya dalam menjaga berat badan. Dari hasil pemeriksanaan, berat badannya 50 kg. Padahalnya dengan tinggi badan 143,5 cm, normalnya berat badan 48 kg.

“ Jadi saya masih kelebihan 2 kg. Lingkar perut 73 cm masih dibawah ketentuan 80 cm. Tapi dengan tinggi badan ini, perut saya kegendutan. Belum lagi kolesterol 127, wah alarm kesehatan sudah warna  merah,” katanya.

Sementara Nabilatul Arifah, karyawan Kantor Urusan Internasional (GENUS) mengalami darah rendah. Hasil pengukuran tensi darahnya 102/68. Oleh petugas kesehatan, Nabila disarankan makan yang banyak. “Obatnya, makan yang enak-enak,” kata Nabila yang mengaku kurang suka makan di luar.

Menurut Kasubdit Kemahasiswaan Akamawa Unusa Rita Zahara pemeriksaan kesehatan tersebut merupakan Program Kegiatan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Puskesmas Jemursari. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 400 karyawan dan mahasiswa Unusa. (hap/Humas Unusa)

Spread the love