Unusa Kenalkan KIPAS Model Konseling Pada Guru BK Jombang

Jombang – Ratusan Guru Bimbingan Konseling (BK) Kabupaten Jombang mengikuti Seminar Inovasi dengan tema Mengenal Kipas Model Konseling Berbasis Budaya Nusantara. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) dengan Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) SMA Jawa Timur dan MGBK Kabupaten Jombang, Selasa (23/10).

Prof. Dr. Andi Mappiare-AP., M.Pd., mengungkapkan Budaya Konseling merupakan salah satu ilmu hibrida, paduan budaya dengan konseling. Budaya konseling mencakup tiga dimensi kajian yang sangat urgen bagi profesi konseling. Tiga dimensi kajian ini sekaligus menunjukkan pertautan budaya dan konseling.

“Pertama, konseling adalah produk budaya; Kedua, konseling adalah produsen budaya; Ketiga, konseling adalah forum perjumpaan budaya. Tiga Dimensi ini merupakan sebagian kajian penting matakuliah Landasan Sosial Budaya Bimbingan dan Konseling,” ungkap pemateri yang dihadirkan Unusa dalam kegiatan tersebut.

Banyak peserta didik (klien) yang tidak mau membicarakan masalah pribadi atau urusan pribadi mereka dalam diskusi kelas dengan guru. Beberapa dari mereka ragu untuk berbicara di depan kelompok-kelompok kecil. Oleh karena itu, konseling individu dalam sekolah-sekolah, tidak terlepas dari psikoterapi, didasarkan pada asumsi bahwa konseli itu akan lebih suka berbicara sendirian dengan seorang konselor.

“Salah satu pendekatan untuk menyelesaikan problematika bimbingan dan konseling adalah pendekatan KIPAS (Konseling Intensif Progresif Adaptif Struktur). Hal ini dapat menggali atau menyelesaikan permasalahan siswa yang datang ke ruang BK untuk konsultasi,” ungkapnya.

Ketua MGBK SMA Jawa Timur, Drs. Didik Budihardjo, M.M., menungkapkan rasa terima kasihnya kepada Unusa karena telah memfasilitasi guru-guru BK seluruh Jawa Timur. Kali ini, Unusa mengadakan kegiatan di Kabupaten Jombang dengan menghadirkan pakar sekaligus akademisi di bidang konseling, Prof. Dr. Andi Mappiare-AP., M.Pd. Para peserta sangat antusias terlebih mendapatkan pendekatan baru dalam dunia bimbingan konseling, KIPAS (Konseling Intensif Progresif Adaptif Struktur).

“Semoga silaturahmi antara Unusa dengan MGBK SMA Jawa Timur selalu dapat terjaga dan memberikan keberkahan, khususnya bagi guru-guru BK. Upaya Unusa dengan MGBK SMA Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Timur melalui bidang bimbingan Konseling,” ungkapnya saat memberikan sambutan di Aula MAN 1 Jombang, Selasa Siang (23/10).

Didik menambahkan, seorang siswa harus didik sesuai zamannya. Salah satu problem yang sedang dihadapi Indonesia saat ini adalah permasalahan pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu cara yang dapat merubah pola pikir manusia semakin berkembang.

“Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang dapat Anda gunakan untuk mengubah dunia. Karena itu kita harus menyiapkan konsep pembelajaran di masa depan. Education is the most powerful weapon which you can use to change the world,” pungkasnya. (Humas Unusa)