SURABAYA – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) menerima kunjungan kehormatan dari Tara Singh Bam, pakar kesehatan global dari International Union Against Tuberculosis and Lung Disease. Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam membuka peluang kerja sama strategis di bidang kesehatan, khususnya yang berfokus pada kesehatan paru-paru dan penanganan tuberkulosis (TB).
Pertemuan berlangsung hangat dan disambut langsung oleh Wakil Rektor 3 UNUSA, Prof. Dr. Bambang Sektiari Lukiswanto, DEA., DVM. Dalam diskusi tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai potensi kolaborasi yang dapat dikembangkan, mulai dari penguatan pendidikan, penelitian, hingga program pengabdian masyarakat terkait penanganan penyakit tuberkulosis.

“Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai langkah awal membangun kolaborasi internasional di bidang kesehatan paru. UNUSA memiliki komitmen untuk terus berkontribusi dalam penanganan tuberkulosis melalui pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan,” ujar Prof. Bambang.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan dari Fakultas Kedokteran UNUSA serta Sekolah Manajemen Kesehatan Berkelanjutan (SMKB). Dalam kesempatan itu, pihak UNUSA juga memperkenalkan program studi baru, yaitu Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Pulmonologi.
Keberadaan program studi tersebut dinilai memiliki kesamaan fokus dengan bidang yang selama ini menjadi perhatian International Union Against Tuberculosis and Lung Disease. Karena itu, diharapkan adanya pertemuan ini dapat menjadi langkah awal terbentuknya kerja sama yang berkelanjutan dalam pengembangan kesehatan paru-paru dan penanganan tuberkulosis, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Tara Singh Bam menyampaikan apresiasinya terhadap pengembangan bidang kesehatan di UNUSA, khususnya dengan hadirnya program PPDS Pulmonologi.
“Kami melihat adanya kesamaan fokus antara dua pihak. Kami senang dapat berdiskusi dengan UNUSA dan melihat potensi besar untuk berkolaborasi dan memberikan dampak nyata bagi pengembangan kesehatan paru dan penanganan TB,” tuturnya.(Humas Unusa)
English

