Surabaya — Kesehatan mata merupakan faktor penting yang mendukung proses belajar anak di sekolah. Sebagian besar aktivitas belajar seperti membaca buku, menulis, dan melihat papan tulis sangat bergantung pada kemampuan penglihatan yang baik. Jika kesehatan mata terganggu, anak dapat mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran, menurunnya konsentrasi belajar, hingga prestasi akademik yang kurang optimal.
Saat ini, gangguan penglihatan pada anak usia sekolah semakin sering ditemukan. Kondisi ini semakin diperparah dengan meningkatnya penggunaan gadget pada anak sekolah dasar yang dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan mata.. Penggunaan gadget dalam waktu lama dapat menyebabkan mata bekerja lebih keras. Saat menatap layar secara terus-menerus, frekuensi berkedip cenderung menurun sehingga mata menjadi lebih mudah kering dan lelah. Kondisi ini sering menimbulkan keluhan seperti mata perih, pandangan kabur, sakit kepala, hingga rasa tidak nyaman saat membaca. Jika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus tanpa pengaturan yang baik, risiko gangguan penglihatan seperti rabun jauh (miopia) pada anak dapat meningkat.

Melihat pentingnya hal tersebut, Sebanyak 28 mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan 2022 melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan mata di SDN 1 Jemur Wonosari melalui program bertema “Sehat Mataku, Cerdas Pikiranku” Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan mata serta memahami bahaya penggunaan gadget secara berlebihan. “Kegiatan ini juga bisa menjadi sarana bagi mahasiswa untuk melatih soft skill sebagai luaran dari kegiatan perkuliahan Kedokteran Komunitas” Ujar dr. Warda El Maida selaku dosen Pembimbing kegiatan.
Dalam kegiatan ini, siswa diperkenalkan dengan berbagai kebiasaan sederhana yang dapat membantu menjaga kesehatan mata. Anak-anak diajak memahami pentingnya menjaga jarak, menggunakan pencahayaan yang cukup saat belajar, serta membatasi penggunaan gawai/gadget agar tidak berlebihan. Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai dampak penggunaan gadget yang berlebihan terhadap kesehatan mata.

Edukasi diberikan dengan pendekatan yang interaktif dan menyenangkan agar mudah dipahami oleh anak-anak. Materi disampaikan melalui media ceramah, tanya jawab, serta games tentang kesehatan mata yang melibatkan partisipasi aktif siswa. “Semoga dengan metode ini diharapkan siswa bisa menyerap materi dengan baik dan juga bisa menghibur mereka ditengah-tengah ibadah puasa juga.” Ujar Nurkholila selaku ketua pelaksana kegiatan.
Hal ini terbukti bahwa para siswa siswi tampak begitu antusias dan cerita. Sangat aktif memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan serta games yang diberikan oleh teman-teman mahasiswa.
Bapak Suparman, selaku Kepala Sekolah SDN 1 Jemur Wonosari, juga mengapresiasi langkah kegiatan yang dilakukan kepada anak-anak SD, mengingat di era sekarang memang anak-anak susah untuk lepas dari penggunaan gadget, perlu adanya peran serta dari guru dan orang tua untuk memberikan pengawasan. “Kami juga mengucapkan terima kasih atas kolaborasi berbagi ilmu, dan semoga bisa menjadi amal jariyah, berdambak, dan semoga nantinya bisa terus untuk melaksanakan kolaborasi dengan tema yang berbeda” tambah Bapak Suparman.
Melalui kegiatan edukasi kesehatan mata di SDN 1 Jemur Wonosari ini, diharapkan siswa semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan penglihatan sejak dini. Dengan mata yang sehat, anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman, fokus, dan optimal.
Menjaga kesehatan mata bukanlah hal yang sulit jika dimulai dari kebiasaan kecil sehari-hari. Dengan perhatian bersama dari sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan, anak-anak dapat tumbuh dengan penglihatan yang baik. Pada akhirnya, mata yang sehat akan mendukung proses belajar yang lebih baik—sesuai dengan semangat “Sehat Mataku, Cerdas Pikiranku”. (***)
English

