SETIAP bayi yang lahir memiliki kondisi yang berbeda, sehingga perawatannya juga berbeda karena kebutuhan setiap bayi tidak sama. Salah satu penyebab perbedaannya karena usia kelahiran, ada yang cukup bulan dengan usia kehamilan ibu 37-40 minggu dan bayi kurang bulan atau prematur yang mana lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu.
Dosen Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK) Annif Munjidah SST., Bdn., M.Kes., menuturkan jika kondisi tersebut juga mempengaruhi perkembangan fisik dan organ bayi. Sehingga mengenai ciri-ciri bayi sejak dini sangat penting untuk memberikan perawatan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhannya.
Bayi dengan kelahiran cukup bulan memiliki berat badan sekitar 2.500-4.000 gram, dengan panjang badan 48-52 cm. Mereka juga memiliki kulit yang kenyal, kuku panjang, serta refleks yang baik.
“Ciri spesifik lainnya, tulang rawan pada daun telinga lebih kaku dan lengkungnya terbentuk baik. Kemudian pada bayi laki-laki skrotum sudah turun dan guratan jelas, pada telapak kaki terlihat garis memenuhi hamper seluruh telapak kaki,” ujar Annif.
Dirinya menambahkan, jika mereka biasanya sudah dapat menyusu dengan baik. Memiliki kemampuan menghisap dan menelan yang baik dan memiliki kemampuan untuk mengatur suhu tubuh.
Sebaliknya, bayi kurang bulan cenderung memiliki berat badan rendah dengan kulit yang tipis dan merah. Serta rambut halus (lanugo), dan telinga lunak, kemampuan menyusu kurang baik, hingga refleksnya yang belum sempurna.
Seringkali bayi dengan kondisi tersebut membutuhkan perawatan khusus di inkubator untuk menjaga suhu tubuh dan membantu mereka bernapas.
Ada beberapa tanda bahaya yang perlu diwaspadai pada bayi kurang bulan, yakni: kesulitan bernapas, perubahan warna kulit, suhu tubuh yang tidak stabil, dan kesulitan menyusu. Perawatan yang tepat sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi dan memastikan tumbuh kembang bayi yang optimal.
“Bayi prematur perlu perawatan khusus yang berbeda dengan bayi cukup bulan. Mereka mungkin memerlukan bantuan untuk bernapas, bahkan mendapatkan nutrisi melalui infus atau selang makanan,” ungkapnya.
Kerjasama antara orang tua bayi dengan tenaga medis sangat diperlukan dalam perawatan bayi prematur. Juga dukungan emosional kepada orang tua yang tak kalah penting, terutama masa-masa awal setelah kelahiran.
Annif menegaskan deteksi dini dan perawatan yang tepat akan membantu bayi prematur tumbuh dan berkembang secara optimal. Perlu dipahami bahwa setiap bayi itu unik, sehingga penting untuk konsultasi dengan dokter guna mendapatkan saran yang sesuai dengan kondisi bayi.(Humas Unusa)
English

