Dari Kampus ke Kelurahan: Aksi Nyata Mahasiswa Kedokteran Unusa Edukasi Cegah Kanker Payudara dan Manuver Heimlich

Surabaya – Upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penanganan kegawatdaruratan dan deteksi dini penyakit terus digencarkan melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya dilakukan mahasiswa Semester 8 Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FK Unusa) melalui kegiatan penyuluhan bertajuk “Peduli Sejak Dini: Deteksi Dini Kanker Payudara dan Pelatihan Manuver Heimlich”.

Kegiatan yang merupakan bagian dari Mata Kuliah Kedokteran Komunitas ini dilaksanakan pada Rabu, 25 Februari 2026, pukul 13.00 WIB, di Kantor Kelurahan Sidosermo Surabaya. Sebanyak 21 Ibu Fatayat.

Ketua Kelompok, Avicena Erlando, menjelaskan bahwa penyuluhan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan payudara secara mandiri (SADARI) sebagai langkah awal deteksi dini kanker payudara, serta membekali warga dengan keterampilan melakukan Heimlich maneuver untuk menangani kasus tersedak.

“Kanker payudara masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan. Padahal, jika terdeteksi sejak dini, peluang kesembuhan akan jauh lebih besar. Selain itu, kasus tersedak juga sering terjadi di lingkungan rumah tangga dan dapat berakibat fatal bila tidak segera ditangani dengan benar,” ujarnya.

Dalam sesi pertama, mahasiswa memaparkan materi mengenai faktor risiko, tanda dan gejala kanker payudara, serta langkah-langkah melakukan SADARI yang dianjurkan setiap bulan, khususnya bagi perempuan usia produktif. Edukasi dilakukan melalui media presentasi interaktif dan demonstrasi menggunakan alat peraga agar peserta lebih mudah memahami teknik pemeriksaan yang benar.

Sesi kedua dilanjutkan dengan pelatihan praktik manuver Heimlich. Mahasiswa memberikan simulasi langsung cara memberikan tekanan pada perut (abdominal thrust) untuk membantu mengeluarkan benda asing yang menyumbat saluran pernapasan. Para peserta juga diberi kesempatan untuk mempraktikkan teknik tersebut secara bergantian dengan pendampingan mahasiswa.

Dosen pembimbing kegiatan, dr. Wiwik Winarningsih, M.Kes., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi pembelajaran berbasis masyarakat. “Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori di kelas, tetapi juga mampu mengedukasi dan memberdayakan masyarakat. Deteksi dini dan pertolongan pertama adalah dua aspek penting yang dapat menyelamatkan nyawa,” tuturnya.

Ketua Pimpinan Anak Cabang Nahdlatul Ulama (PAC-NU) Surabaya menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ibunya menilai sangat senang sekali diadakannya penyuluhan tersebut berharap setalah ramadhan diadakan kegiatan penyuluhan lagi dikarenakan ketika ramadhan waktu terbatas melihat ibu-ibu sangat antusias memberi pertanyaan dan materi ini sangat cocok untuk ibu-ibu fatayat dan ibunya berharap bisa diagendakan di kecamatan lain.

Mengusung semangat kepedulian dan pemberdayaan, kegiatan ini mendorong masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi kesehatan diri sendiri dan orang di sekitarnya. Mahasiswa berharap, melalui pendekatan promotif dan preventif ini, kesadaran akan pentingnya deteksi dini kanker payudara serta kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersedak dapat terus meningkat di lingkungan masyarakat. (Humas Unusa)