Surabaya – Upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) terus digencarkan melalui berbagai pendekatan edukatif. Salah satunya dilakukan mahasiswa Semester 8 Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) melalui kegiatan penyuluhan bertajuk “Dari Kita Untuk Kita: Lingkungan Bebas Nyamuk dengan Penanaman Tanaman Rosemary”.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Mata Kuliah Kedokteran Komunitas ini dilaksanakan pada Sabtu, 21 Februari 2026, pukul 09.00 WIB, di Balai Pertemuan RW 05 Mojo, Kecamatan Gubeng, Surabaya. Sebanyak 30 Ibu Kader Surabaya Hebat (KSH) mengikuti kegiatan tersebut.
Ketua Kelompok, M. Abadiyyusy Syukur, menjelaskan bahwa penyuluhan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan DBD melalui langkah sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri di lingkungan rumah.
DBD dinilai sebagai penyakit yang berpotensi fatal, mudah menular, dan hingga kini belum memiliki obat spesifik. Meski demikian, penyakit ini dapat dicegah melalui pemberantasan sarang nyamuk serta pengelolaan lingkungan yang baik.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan tanaman rosemary (Salvia rosmarinus) sebagai salah satu alternatif pencegahan alami. Tanaman ini mengandung senyawa aktif seperti sineol, kamper, dan limonene yang menghasilkan aroma khas dan tidak disukai nyamuk. Selain berfungsi sebagai pengusir alami, rosemary juga dinilai memiliki nilai estetika serta dapat membantu meningkatkan kualitas udara di sekitar rumah.
Dosen pembimbing kegiatan, dr. Dewi Masithah, M.Kes., menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa di tengah masyarakat merupakan bagian penting dari proses pembelajaran. “Mahasiswa harus mampu memahami persoalan kesehatan secara langsung di lapangan. Pencegahan DBD tidak cukup hanya dengan teori, tetapi perlu edukasi berkelanjutan dan keterlibatan aktif masyarakat,” ujarnya.

Ketua RW 05 Mojo, Bejo Purnomo, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat memperkuat kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan. “Kami berharap para kader KSH dapat meneruskan informasi ini kepada warga lainnya sehingga upaya pencegahan bisa dilakukan bersama-sama,” katanya.
Mengusung semangat “Dari Kita Untuk Kita”, kegiatan ini mendorong warga untuk berperan aktif menciptakan lingkungan sehat secara mandiri, dimulai dari pekarangan rumah masing-masing. Meski belum direncanakan monitoring lanjutan, mahasiswa berharap edukasi yang diberikan dapat diterapkan secara konsisten oleh para kader dan masyarakat.
Melalui pendekatan promotif dan preventif ini, mahasiswa FK Unusa berupaya menanamkan kesadaran bahwa pencegahan penyakit berbasis lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana, namun berdampak besar bagi kesehatan bersama. (Humas Unusa)
English

