Surabaya – Ramadhan menjadi bulan penuh berkah yang selalu ditunggu oleh umat muslim. Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tahfidz Qur’an mengadakan talkshow dalam Menyambut Ramadhan 1447 H. Dengan mengusung tema “Menghadirkan Cahaya Al-Qur’an di Bulan Penuh Berkah” ini menarik minat banyak mahasiswa.
Bukan hanya mahasiswa UNUSA, namun banyak mahasiswa dari kampus lain juga. Hal ini karena Gus Ahmad Kafabihi dan Ning Sheila Hasina yang berbagi pandangan mereka tentang tema tersebut.
Gus Ahmad menuturkan berdasarkan firman Allah, Al-Qur’an turun saat bulan Ramadhan. Namun pendalaman Al-Qur’an sebenarnya tidak terkhusus pada Ramadhan saja.
”Allah menekankan bahwa kalau bisa membersamai Al-Qur’an itu sepanjang hidup kita,” tuturnya.
Dirinya juga menegaskan jika bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan maghfirah, semua amal baik akan dilipat gandakan. Oleh karena itu membaca Al-Qur’an pada bulan Ramadhan amalnya berlipat ganda .
Ning Sheila menambahkan bahwa dalam menyambut bulan Ramadhan perlu persiapan. Kita dianjurkan untuk bersiap-siap sejak bulan Rajab, namun ada beberapa ulama yang menganjurkan bersiap dari Syakban. Sejak bulan tersebutlah memperbanyak membaca Al-Qur’an.
”Tapi yang paling penting untuk dipersiapkan itu niat dan tekadnya. Misal bulan Ramadhan saya ingin minimal mengkhatamkan Al-Qur’an satu kali. Niat ini penting, karena barang siapa yang membuka satu pintu kebaikan dalam dirinya, maka nanti Allah akan buka 70 pintu pertolongan,” ungkapnya.
Pasalnya hati manusia yang mudah terbolak balik, sehingga perlu untuk memperbarui niat. Bukan lagi sekedar membaca Al-Qur’an, tapi juga menyisipkan waktu untuk tadabur dan sebagainya.
Seringkali manusia merasa terlalu sibuk sehingga sulit meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an. Gus Ahmad menegaskan bahwa semua berbicara tentang prioritas. Seberapa besar skala prioritas suatu hal dalam hidup manusia. Maka jangan menunggu waktu luang untuk membaca Al-Qur’an namun luangkan waktu untuk membacanya.
Adapun Ning Sheila mengungkapkan dalam membaca Al-Qur’an yang paling utama adalah bacaan tajwidnya yang baik. Bukan nada yang indah, karena bagaimanapun lagunya jika bacaan tajwidnya baik maka akan nyaman di telinga.(Humas Unusa)
English

