Pelepasan Mahasiswa Fellowship FK UNUSA

Surabaya – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) kembali menunjukkan keunggulannya. Lewat program fellowship Fakultas Kedokteran (FK) UNUSA bersama University Sains Malaya (USM). Program ini menunjukkan komitmen UNUSA dalam mendukung nilai pembangunan berkelanjutan. Tepatnya pada poin 17 yaitu Partnership for the goals.

Satu dokter juga dosen dari USM dr. Al Hafiz Bin Ibrahim belajar langsung mengenai spesialis Intervention Pain Management (IPM) atau rehabilitasi medik manajemen. Dirinya belajar langsung pada dosen UNUSA yang ahli dalam bidang tersebut, yakni Dr. dr. Rita Vivera Pane, Sp.KFR (K), FIPP. 

Hal ini turut menunjukkan kualitas sumber daya insan UNUSA yang berkualitas. Pasalnya dokter Rita juga merupakan salah satu pencetus IPM di Indonesia, yang mana juga turut berkolaborasi dengan kolegium-kolegium lainnya.

Dokter Al Hafiz menjalankan fellowship ini selama 6 bulan, sejak Agustus 2025 lalu. Program ini berakhir pada Jumat (30/1) lalu. Dirinya menuturkan bahwa selama dibimbing dokter Rita, banyak hal yang dia pelajari.

“Ada clinical session, lecture session, workshop conference, juga akademik,” tuturnya.

Dalam clinical session dokter Al Hafiz mendalami soal assesment and diagnose, juga ultrasound scanning training. Proses pembelajaran di Rumah Sakit Haji Surabaya ini turut mempertemukan dokter Hafiz dengan para dokter muda.

”Sehingga saya gunakan juga kesempatan ini untuk mengajar mereka secara informal, saya minta mereka untuk coba cek saya,” bebernya.

Bagi dokter Hafiz workshop conference menjadi bagian yang begitu berarti, karena dari sana dia mengenal banyak dokter-dokter hebat dari Indonesia.

Dalam pelepasan dokter Al Hafiz, dokter Rita menambahkan bahwa program Fellowship dari USM sudah berlangsung selama 2 tahun. Pertama ada dokter Hasyimah yang kini juga menjadi pengajar IPM, kemudian dokter Ashari, dan ketiga dokter Hafiz.

Meskipun fasilitas Rumah Sakit rehab medik di Malaysia lebih maju dari Indonesia, namun sumber daya manusia miliki Indonesia dipercaya masih lebih baik. Indonesia juga tak bisa meremehkan mengenai fasilitas yng kurang, dengan SDM yang unggul ini perlu diimbangi dengan fasilitas yang memadai pula.

Rektor UNUSA Prof. Dr. Ir. Tri Yogi Yuwono, DEA, IPU, ASEAN.Eng., menambahkan bahwa kita bisa melakukan kerjasama dalam hal lain bersama USM. Tentunya fellowship ini perlu dipertahankan, dan kerjasama lain seperti pertukaran pelajar, kolaborasi penelitian dan lainnya bisa lebih dikembangkan.(Humas Unusa)