Surabaya – Bank Syariah Indonesia (BSI) bersama Universitas Nahdlatul Ulama (UNUSA) berkolaborasi dengan menggelar talkshow yang membahas pentingnya pengetahuan mengenai finansial dan kualitas layanan dalam dunia kerja. Talkshow dengan tajuk Beyond Academia Talk “Smart Financial Hacks, Outstanding Service Excellence” ini digelar pada Senin (26/1) pagi.
Dihadiri oleh para mahasiswa dan pegawai UNUSA, gelaran ini diisi oleh para praktisi. Seperti fashion designer Jenahara Nasution, Vice President Islamic Education and Halal Solution BSI Hikmah Rizka Maslahatin, juga Branch Manager KC BSI Surabaya Jemur Handayani.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor 2 UNUSA Prof. Dr. Mohamad Yusak Anshori, M.M., menuturkan bahwa tema yang diangkat ini relevan dengan kebutuhan mahasiswa. Pasalnya setelah lulus mengelola finansial dan membangun kualitas layanan ketika memasuki dunia kerja merupakan sebuah tantangan,
“Smart financial hacks itu bukan hanya tips hemat, tapi kemampuan berpikir finansial yang sehat. Membedakan antara kebutuhan dan keinginan, juga membuat keputusan yang tidak impulsif,” imbuhnya.
Menurut Prof. Yusak dalam dunia profesional kualitas seseorang sering diinilai bukan hanya dari kepintaran, Namun dari sikap, ketepatan, kejujuran, empati, respon cepat dan kemampuan dalam menyelesaikan masalah.

Sementara itu Hikmah menambahkan, bahwa kondisi ekonomi Indonesia maupun global sedang tidak baik. Kondisi yang semakin tidak pasti, dinamis dan berubah ini penting bagi kita untuk mempersiapkan dana pensiun, selagi dalam usia produktif.
”Ada tiga tips yang bisa diterapkan, yaitu dengan menentukan tujuan keuangan denga spesifik, mengalokasikan pos pengeluaran yang spesifik, dan mengalokasikan dana darurat. Besaran dana darurat sendiri 6-12 kali dari pengeluaran bulanan,” jelasnya.
Sebagai pengusaha, Jenahara juga menambahkan bahwa makna service excellence ini bukan sekedar ramah tamah. Perlu ada nilai lebih yang mana bisa memberikan pengalaman tersendiri bagi para pelanggan.
”Bicara mengenai profesional itu bukan soal usia atau jabatan, tapi lebih pada sikap. Menjadi PR untuk diri sendiri itu hal yang penting, dan menjadi modal untuk bisa berkomunikasi dengan baik,” ungkapnya.
Oleh karenanya dalam mempersiapkan masa depan, perlunya memiliki attitude,profesionalisme, konsistensi dan komunikasi.(Humas Unusa)
English

