Surabaya – Di tengah kesibukan sebagai perawat dan ibu rumah tangga, Indrawati, S.Kep., Ns. membuktikan bahwa mimpi bisa diraih kapan saja. Di usia 45 tahun, ia resmi menyandang gelar Ners setelah menyelesaikan Pendidikan Profesi Ners di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), sebuah pencapaian yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi dirinya dan keluarga.
Momen membahagiakan itu terjadi dalam kegiatan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Lulusan Ahli Madya dan Profesi Ners Periode Januari 2026 yang baru saja digelar Unusa. Di antara para lulusan, sosok Indrawati mencuri perhatian karena semangatnya yang luar biasa dalam melanjutkan pendidikan di tengah usia matang dan berbagai peran yang ia jalani.
Indrawati mengungkapkan bahwa sejak lama ia memiliki keinginan untuk upgrade diri, melanjutkan pendidikan dari jenjang sebelumnya yang hanya lulusan D3 Keperawatan. Keinginannya semakin kuat karena saat ini seorang perawat dituntut memiliki minimal S1 Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners agar diakui sebagai perawat profesional yang kompeten dalam memberikan asuhan keperawatan, terutama untuk peran yang lebih lanjut.
“Sudah lama ingin melanjutkan sekolah. Apalagi sekarang perawat wajib minimal S1 Keperawatan plus Profesi Ners agar benar-benar diakui sebagai perawat profesional,” ujarnya.

Perempuan yang telah mengabdikan dirinya di dunia keperawatan selama 20 tahun ini saat ini bekerja sebagai perawat di RSI Darus Syifa Surabaya. Baginya, profesi perawat bukan sekadar pekerjaan, melainkan sudah menjadi bagian dari jiwanya sejak dulu.
Keputusan Indrawati untuk melanjutkan Pendidikan Profesi Ners diambilnya pada usia 43 tahun. Ia bersyukur karena langkah besar tersebut mendapat dukungan penuh dari sang suami.
Tak hanya itu, semangat perjuangan Indrawati juga seolah menular kepada keluarganya. Kini, anak pertamanya melanjutkan studi di Unusa pada program studi D4 Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Indrawati pun merasa ada “perjuangan yang diteruskan” oleh putrinya, karena kini mereka sama-sama menjalani masa kuliah di kampus yang sama.
Selama berkuliah, Indrawati mengakui tantangan terbesarnya adalah mengatur waktu di tengah perannya sebagai mahasiswa, perawat, dan ibu rumah tangga. Namun berkat tekad kuat, ia mampu melewati semua proses hingga akhirnya resmi menyandang gelar Ns pada hari ini.
“Yang paling sulit itu mengatur waktu, karena harus membagi peran sebagai mahasiswa, perawat, dan ibu rumah tangga. Tapi alhamdulillah semua bisa terlewati,” katanya.
Ke depan, Indrawati juga menyampaikan keinginannya untuk terus melanjutkan pendidikan. Ia tak ingin merasa tertinggal, terlebih di era perkembangan teknologi dan informasi yang bergerak begitu cepat.
Ia berharap pencapaiannya ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang, bahwa semangat belajar dan memperbaiki diri tidak mengenal usia, serta selalu ada jalan bagi siapa pun yang ingin maju dan berkembang. (Humas Unusa)
English

