Surabaya — Upaya memperkuat layanan kesehatan lewat penambahan dokter spesialis terus dilakukan. Salah satunya datang dari Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) yang kini resmi resmi mengantongi izin pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Unusa telah mendapat izin resmi pendirian PPDS Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi. Izin tersebut diterbitkan melalui Surat Keputusan Mendiktisaintek Nomor 1180/B/0/2025.
Selain program pulmonologi, Unusa juga bersiap membuka PPDS Obstetri dan Ginekologi (Obgyn). Saat ini, surat keputusan resmi pendiriannya disebut akan segera diterbitkan oleh Mendikti Saintek dalam waktu dekat.
Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Unusa, Dr. Handayani, dr., M.Kes., mengatakan pembukaan pendaftaran PPDS Unusa direncanakan pada tahun ajaran 2026–2027. Menurutnya, kampus saat ini masih fokus mematangkan berbagai kebutuhan agar pelaksanaan program berjalan optimal.
“Pendaftaran akan dibuka tahun ajaran baru 2026–2027. Saat ini kami menyiapkan semuanya dengan matang, mulai fasilitas, infrastruktur, hingga dosen-dosen pengajar,” kata dr. Handayani.
Ia menjelaskan, persiapan tidak hanya dilakukan dari sisi sarana dan sistem pendidikan, tetapi juga peningkatan kapasitas tenaga pengajar. Sejumlah dosen FK Unusa saat ini menjalani pembinaan dengan belajar langsung ke rumah sakit yang lebih dulu berpengalaman dalam pelaksanaan PPDS, seperti Rumah Sakit Unair dan RSUD Dr. Soetomo.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penguatan kualitas akademik sekaligus memastikan kesiapan sebelum program PPDS resmi menerima peserta didik.
dr. Handayani berharap calon peserta PPDS Unusa nantinya tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga dari luar daerah. Harapan itu sejalan dengan kebutuhan pemerataan dokter spesialis di berbagai wilayah Indonesia.
“Harapannya peserta PPDS tidak hanya dari Surabaya. Kalau bisa juga dari luar Surabaya, supaya setelah lulus mereka bisa mengisi kebutuhan tenaga spesialis di rumah sakit-rumah sakit yang membutuhkan,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan program PPDS di Unusa juga dapat mendukung program pemerintah dalam pemerataan layanan kesehatan, khususnya untuk daerah-daerah yang masih kekurangan dokter, termasuk wilayah terpencil.
Adapun pendirian PPDS Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi dilatarbelakangi meningkatnya kasus penyakit pernapasan di Indonesia. Penyakit seperti tuberkulosis (TBC) hingga Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) masih menjadi tantangan serius, terutama di wilayah Jawa Timur yang disebut mengalami angka kasus cukup tinggi.
Sementara itu, pendirian PPDS Obgyn dinilai penting sebagai bagian dari upaya menyiapkan Generasi Indonesia Unggul 2045. dr. Handayani menekankan bahwa kualitas generasi masa depan perlu dijaga sejak fase awal kehidupan, bahkan sejak dalam kandungan.
“Untuk menyiapkan generasi yang optimal, pendampingan kesehatan harus dimulai sejak masa kehamilan. Karena itu kebutuhan dokter spesialis kebidanan dan kandungan juga sangat penting,” pungkasnya. (Humas Unusa)
English

