SDGs dalam Aksi: Unusa Bangun Harapan Baru di Bireuen Aceh Pascabencana

Bireuen – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) kembali menunjukkan komitmennya dalam misi kemanusiaan sekaligus mendukung penguatan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Komitmen tersebut diwujudkan melalui aksi kemanusiaan yang dilaksanakan di wilayah Pantee Lhong, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera.

Aksi kemanusiaan Unusa ini berlangsung selama delapan hari, mulai 20 hingga 27 Desember 2025. Selama periode tersebut, tim Unusa terjun langsung ke lokasi terdampak untuk memberikan pendampingan dan bantuan bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan yang terdampak paling signifikan akibat bencana.

Fokus utama kegiatan diarahkan pada penguatan layanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan gizi, serta penerapan praktik sanitasi yang layak dalam situasi darurat dan pascabencana. Upaya ini dinilai penting untuk mencegah munculnya berbagai masalah kesehatan yang kerap terjadi setelah bencana, sekaligus mendukung pemulihan kualitas hidup masyarakat terdampak.

Inisiatif kemanusiaan yang dilakukan Unusa ini mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Dukungan tersebut menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam menghadirkan solusi nyata bagi persoalan kemanusiaan di daerah bencana.

Dalam pelaksanaannya, Unusa juga bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan di tingkat daerah, di antaranya Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen dan RSUD Peusangan Raya. Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian bantuan dan layanan yang diberikan dapat berjalan optimal, terkoordinasi, serta tepat sasaran.

Beragam bantuan logistik turut dibawa ke lokasi, meliputi instalasi air bersih lengkap dengan tandon, perangkat teknologi komunikasi berbasis satelit Starlink, mesin genset, serta obat-obatan. Selain itu, Unusa menghadirkan inisiatif konkret melalui pembangunan Dapur PMBA (Pemberian Makanan Bayi dan Anak) sebagai upaya pemenuhan kebutuhan gizi bagi bayi dan anak, yang merupakan kelompok paling rentan dalam kondisi darurat bencana.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, aksi kemanusiaan Unusa berkontribusi langsung terhadap pencapaian sejumlah SDGs, yakni SDGs 3 terkait dukungan pangan dan kebutuhan darurat, SDGs 6 melalui penyediaan instalasi air bersih, SDGs 9 lewat pemanfaatan teknologi satelit Starlink, SDGs 11 dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana, serta SDGs 17 melalui penguatan kolaborasi multi-stakeholder berskala luas.

Aksi kemanusiaan ini menegaskan peran Unusa sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan riset, tetapi juga hadir secara nyata di tengah masyarakat untuk menjawab tantangan kemanusiaan, khususnya dalam situasi darurat dan pascabencana. (Humas Unusa)