Gelar 5th HEALER, FKes UNUSA Bahas Ekuitas dan Budaya dalam Transformasi Kesehatan Global

Surabaya – Kesehatan menjadi bagian terpenting dalam mencapai kesejahteraan dalam hidup. Isu mengenai dunia kesehatan juga terus berkembang, ekuitas dan budaya dalam transformasi kesehatan global kini menjadi perhatian. Masih ada banyak kendala dan tantangan yang dihadapi menuju transformasi kesehatan global yang lebih baik.

Oleh karenanya Fakultas Kesehatan (FKes) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) menggelar seminar internasional secara daring pada pagi ini (27/11), guna membahas hal tersebut. Dengan harapan masyarakat bisa lebih melek akan pentingnya ekuitas dalam layanan kesehatan. Pasalnya memiliki hidup yang sehat adalah hak setiap manusia.

Pada kesempatan ini terdapat tiga pembicara yang akan membahas mengenai tiga hal berbeda. Dosen Kesehatan Masyarakat Curtin University Malaysia, Dr. Hana Chen menjelaskan bagaimana seharusnya kerjasama secara global untuk ekuitas kesehatan. “Ekuitas kesehatan global hingga sekarang masih memiliki masalah yang perlu kita benahi bersama,” tuturnya.

Dirinya menyebut dalam satu kasus ketika Malaysia menandatangani kerjasama vaksin Covid-19 jenis COVAX bersama WHO, terdapat sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan Malaysia. Dimana dengan kerjasama yang terjalin tersebut, harapannya Malaysia bisa mendapatkan vaksin secara gratis, namun pada kenyataannya tidak demikian.

“Sehingga dalam sebuah kerjasama perlu dijelaskan kebutuhan antara kedua belah pihak, sehingga dapat didiskusikan jalan tengahnya. Sehingga nantinya kebutuhan akan kedua belah pihak dapat terpenuhi sesuai dengan kemampuan masing-masing dalam memenuhinya satu sama lain,” jelasnya.

Sementara itu, Dosen Fakultas Kesehatan UNUSA Budhi Setianto menjelaskan mengenai inovasi kebijakan untuk pelayanan kesehatan yang inklusif dan ekuitas. Menurutnya pentingnya kebijakan dalam dunia kesehatan adalah untuk menentukan aksesibilitas. Guna menjamin mutu yang diterapkan dalam pelayanan kesehatan.

Sedangkan Dosen Universitas Derby United Kingdom, Dr. Sabha Nisar menjelaskan mengenai cara mengatasi kesenjangan kesehatan di negara berkembang dan maju. Isu-isu yang diangkat oleh para pembicara begitu menarik perhatian peserta. Hal ini terlihat dari banyaknya peserta yang antusias memberikan pertanyaan secara langsung kepada tiga pembicara tersebut.
Selain itu, Wakil Rektor I Prof. Dr. Eng. Ir. Ahmad Rusdiansyah, M.Eng., CSCP, CLTD, IPU, berharap dari acara ini para peserta dapat mendapatkan ilmu baru. Serta dapat bergerak maju bersama dalam dunia kesehatan demi masa depan yang lebih GREATS.(Humas Unusa)