Surabaya – Dinas Koperasi dan UKM Jatim dan  OPOP Training Center Unusa menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah BUMN. Tujuannya mencarikan solusi permodalan bagi para santripreneur yang akan memulai berbisnis melalui program OPOP (one pesantren one product).

“Alhamdulillah kami telah melakukan rapat koordinasi dengan teman-teman BUMN untuk kesuksesan program OPOP. Nantinya para santripreneur pastilah perlu permodalan.  Nah, kita mencoba mencari kemungkinan kerjasama dengan teman-teman BUMN. Apakah ada peluang BUMN-BUMN menyalurkan modal bagi para santri yang akan mulai usahanya lewat jalur santripreneursip,” kata Rektor Unusa Prof Dr Ir Achmad Jazidie MEng, seusai melakukan rapat koordinasi, di ruang rektor, Tower Unusa, Kampus B,  Kamis (26/12).

Rapat koordinasi bertajuk ‘OPOP Jawa Timur, Rapat Koordinasi dan Sinergi Program Pemberdayaan Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur’ dihadiri beberapa perwakilan BUMN di Jatim. Mereka yang hadir di antaranya berasal dari Semen Indonesia, Sucofindo, Pertamina MOR V, BNI, Bank Jatim, SIER, Jamkrida Jatim, Jasa Marga, PTPN XII, Askrindo, Petro Kimia, dan BPR Jatim.

Menurut Pof Jazidie, pada pertemuan itu kepada perwakilan BUMN disampaikan tiga pilar OPOP, yakni santripreneur, pesantrenpreneur dan sosiopreneur. Tujuannya agar BUMN-BUMN mengenal ketiga pilar dan memahami peluang mereka menyalurkan bantuan permodalan.

“Misalnya ada peluang BUMN-BUMN bisa menyalurkan bantuan melalui program Bina Lingkungan masing-masing. Tujuannya untuk melakukan pelatihan-pelatihan bagi para santri dan pesantren yang tergabung OPOP, di mana pelaksanaannya akan dilakukan Unusa sebagai training centernya OPOP,” kata Rektor Unusa.

Masih menurut Prof Jazidie, salah satu hal terpenting dari pertemuan adalah perlunya mengetahui aturan-aturan BUMN agar nantinya penyaluran permodalan bisa sesuai harapan.

“Saya kira secara spesifik kita perlu mengenali aturan-aturan BUMN, karena mereka di bawah Kementerian BUMN yang memiliki peraturan tersendiri. Tentu supaya kita menjalankan OPOP tidak menabrak aturan yang ada,” tegasnya.

Sementara Direktur OPOP Training Center Unusa M Ghofirin MPd mengatakan, pertemuan OPOP dengan BUMN-BUMN yang difasilitasi Dinkop dan UKM Jatim adalah menyinergikan program OPOP dengan program-program BUMN.

“Harapannya BUMN bisa ikut berpartisipasi aktif dalam mengangkat dan memberdayakan pesantren, sehingga apa yang OPOP sudah lakukan di bawah pembinaan Gubernur Jatim semakin akseleratif dan semakin cepat memenuhi target-targetnya dengan dukungan penuh BUMN,” katanya. (hap/Humas Unusa)

Spread the love