Surabaya – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menggelar seminar online mengenai kupas tuntas lika-liku akreditasi jurnal di Arjuna, Kamis, 11 Juni 2020.

Dalam acara ini menghadirkan dua pembicara dari LPPM Unusa yakni Fifi Khoirul Fitriyah, S.Pd., M.Pd yang merupakan ketua bidang empat LPPM Unusa atau Ketua ARJUNU dan Rizki Amalia, M.PH merupakan wakil ketua bidang empat LPPM Unusa atau ketua bidang Kesehatan ARJUNU. Acara ini digelar melalui aplikasi Zoom.

Salah satu narasumber, Fifi Khoirul Fitriyah, S.Pd., M.Pd menjelaskan tentang profil-profil jurnal Unusa dan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan sebelum akreditasi. Dilanjutkan narasumber lainnya, Rizki Amalia, M.PH menjelaskan tentang lika-liku akreditasi jurnal Unusa.

“Dari sini kami akan sharing dengan peserta untuk saling berbagi wawasan tentang pengelolaan jurnal, mulai dari kendala-kendala umum yang dihadapi termasuk adanya pelanggaran etika publikasi,” jelas Fifi, Rabu (10/6).

Fifi menjelaskan mengelola jurnal tidak hanya memanajemen manuskrip saja hingga bisa publish dijurnal. “akan tetapi membudayakan akademik yang baik bagi para authornya agar menjadi akademisi yang kredibel,” ucap wanita yang menjabat Kabid 4 LPPM Unusa yang juga merupakan Ketua Asosiasi Relawan Jurnal LPTNU Jatim (ARJUNU).

Fifi juga menjelaskan bahwa jurnal Unusa juga ramah bagi penulis pemula, dengan menyediakan fasilitas chat jika mengalami kendala dalam melakukan proses register maupun submit via Open Journal System (OJS). “Jadi dari ini kami mendorong dosen dan mahasiswa untuk belajar submit artikel pada jurnal ilmiah,” bebernya.

Dari acara ini, Fifi berharap agar terbangun iklim akademik yang bukan hanya cerdas namun juga berintegritas. “Jadi peran pengelola jurnal di sini sangat penting,” ungkapnya.

Materi lain dalam acara ini adalah kupas tuntas teknis akreditasi jurnal Unusa di Arjuna. Rizki Amalia, M.PH menyampaikan bahwa setiap jurnal perlu untuk akreditasi dan instrument-instrumen serta kelengkapan akredetasi itu perlu disiapkan di awal. Ketika jurnal sudah terakreditasi maka semakin baik kualitas jurnal itu.

Unusa sendiri memiliki dua belas jurnal dan tujuh jurnal telah terakreditasi SINTA. LPPM akan terus meningkatkan jurnal-jurnal Unusa agar semua terakreditasi dan juga mengawal jurnal-jurnal yang re-akreditasi. (sar humas).

Spread the love