Surabaya  – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) meluluskan 275 mahasiswa Program Profesi Guru Sekolah Dasar (PPGSD), Sabtu (1/2/2020). Ada banyak kisah dari para lulusan itu setelah mendapatkan bekal selama enam bulan untuk menjadi seorang guru yang ‘sempurna’ bagi murid-muridnya.

Salah satunya dirasakan Senni Dortia Bilaut. Wanita 39 tahun itu  menjadi guru sekolah dasar (SD) Impres Bina Watu di  Desa Oledewa, Kecamatan Mamboro Kabupetan Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan status pegawai negeri sipil (PNS).

Selama beberapa tahun menjadi guru, ibu dari Samuel Putra Mallo Pare dan Rafael Natanael Malo Pare ini  mengajar muridnya sebagai sebuah rutinitas. Sesuai dengan buku panduan, selepasnya pulang ke rumah. Tanpa memikirkan murid-muridnya yang merupakan penerus generasi bangsa itu mengerti, paham atau bingung akan pelajaran yang diberikan.

Beruntung, Senni lolos seleksi PPGSD Dalam Jabatan. Dengan persaingan yang sangat ketat, istri dari Zakaria Samalo Pare ini berhasil mengikuti program ini di Unusa.

“Banyak hal yang saya dapatkan selama enam bulan ikut program ini. Sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya,” tandas Senni yang tampil feminin dengan kebaya putih dan kain tenun asli NTT.

Salah satu yang didapatnya selama mengikuti PPG ini adalah sistem pembelajaran yang harus memanfaatkan kecanggihan teknologi. Di mana sistem pembelajaran dari berbagai referensi harus bisa diajarkan pada siswa. Dan bahan-bahan pelajaran itu hanya bisa didapat  dengan ditunjang jaringan internet yang baik.

Namun masalahnya di daerah sekolah Senni, sama sekali tidak ada jaringan internet. Kalaupun Ada, kualitasnya tidak baik, naik turun. “Itu yang membuat saya sedih. Saat PPG diajari bagaimana mencari bahan ajar yang baik dari internet, tapi balik ke sana tidak ada jaringan,” tukasnya.

Senni yang beberapa bulan terakhir itu kembali lagi ke sekolahnya harus rela pergi ke kota yang berjarak 23 kilometer demi mencari jaringan internet yang bagus. Di kota dia bisa megunduh materi pembelajaran sebanyak-banyaknya. Kemudian dia bawa ke sekolah untuk dipelajari bersama dengan murid-muridnya.

“Saya ingin menularkan ini pada guru-guru di sekolah saya dan juga guru-guru di sekolah lain yang masih satu gugus. Semoga dengan cara ini bisa meningkatkan kualitas pembelajaran,” tukasnya.

Senni adalah satu dari 275 mahasiswa PPGSD Dalam Jabatan yang dinyatakan lulus dari 375 mahasiswa yang mengikuti program ini yang terbagi dalam. Lima tahap sepanjang 2019 lalu.

Mereka yang lulus sudah memenuhi syarat yang ditetapkan yakni mengikuti program pembelajaran daring selama 12 minggu, mengikutkan workshop selama tiga minggu, praktik kerja lapangan (PPL) selama tiga minggu. Juga lulus uji kinerja (Ukin) dan uji pengetahuan (UP).

  1. “Ujiannya di sekolah-sekolah mitra Unusa. Kita punya 24 sekolah mitra,” ungkap Koordinator PPG Unusa, Dr Nafiah, M.Pd.

PPGSD Dalam Jabatan ini merupakan program pemerintah bagi para guru sekolah dasar yang dinyatakan lolos seleksi dan memenuhi syarat. Unusa menjadi satu dari 64 kampus terpilih di seluruh Indonesia untuk menggelar program ini. (end/rud humas)

Spread the love