Surabaya – Hari Minggu (21/7/2019) pagi ratusan warga lansia kawasan Wonokromo senam bugar di halaman Kampus A Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Mereka tampak bersemangat dan gembira menggerakkan setiap anggota badan mengikuti instruktur dengan iringan lagu.

Usai berolahraga, warga pun memeriksakan kesehatannya dan mendapatkan pengobatan secara gratis di booth kesehatan yang telah disediakan. Para dokter RSI yang dibantu puluhan mahasiswa dan dosen Unusa tampak sabar memberi layanan dan konsultasi kesehatan pada warga.

“Sejak pagi kami sudah berkumpul di Kampus Unusa untuk ikut senam. Dilanjut dengan periksa kesehatan konsultasi, dan diberi obat secara gratis. Selain dapat snack, juga banyak doorprize, komplit pokoknya, ” kata Ny Syamsudin (57) yang datang bersama rombongan.

Ny Syamsudin yang juga ibu ketua RT 06/RW03 Kelurahan Wonokromo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya ini menyambut gembira kegiatan bakti sosial yang digelar sivitas akademika Unusa. Pasalnya kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kesehatan warga.

“Bagi warga seperti kami yang sudah berusia lanjut, terkadang sulit meluangkan waktu ke rumah sakit untuk periksa kesehatan. Adanya kegiatan ini sangat membantu kami untuk mengetahui kondisi kesehatan. Terlebih dengan konsultasi yang diberikan para dokter, kami bisa mengetahui tindak lanjutnya dalam menjaga kesehatan. Ini yang sangat kami butuhkan,” katanya.

Difran Nobel Bistara, S.Kep. Ns., M.Kep selaku ketua pelaksana baksos mengatakan kegiatan ini merupakan rangkaian dies natalis ke-6 Unusa. Baksos diisi dengan senam bugar lansia, pemeriksaan kesehatan, pengobatan gratis dan konsultasi kesehatan.

“Ada sekitar 250 warga yang hadir. Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan sejak subuh. Tahun ini peserta yang datang lebih banyak ketimbang tahun lalu,” katanya.

Iis Noventi SKep Ners Mkep, wakil ketua pelaksana menambahkan kegiatan baksos ini juga diisi dengan memberi penyuluhan seputar penyakit infeksi saluran nafas atas (ISPA). Penyakit ISPA biasanya banyak menyerang warga pada musim pancaroba seperti sekarang ini. (hap/Humas Unusa)

Spread the love