Surabaya – Suasana hingar-bingar pesta demokrasi begitu terasa di Kafé Fastron, Lantai 3 Tower Unusa, Kampus B, pada Selasa (10/12). Sejak pagi hingga sore digelar secara marathon rangkaian puncak Pemilu Raya Himpunan Mahasiswa Prodi S1 Kesehatan Masyarakat (Hima Kesmas) Unusa, mulai debat kandidat, pencoblosan, hingga penghitungan suara.

Pemilu Raya kali ini diikuti 2 pasangan calon yang akan menjadi Ketua dan Wakil Ketua Hima (Kahima dan Wakahima) Kesmas untuk periode 2019-2020. Laiknya Pilpres, Pemilu Raya Hima Kesmas juga digelar oleh KPU.

“Kami bertugas agar pesta demokrasi warga Hima Prodi Kesmas berlangsung sukses. Pemilu Raya yang kami gelar menduplikasi Pilpres dengan semangat agar pemilihan Ketua dan Wakil Ketua HIMA berjalan jurdil,” kata Ihda Na’imatuzzakiyah, Ketua KPU Hima Kesmas Unusa.

Menurut Hilda, rangkaian Pemilu Raya sudah dimulai sejak  Senin – Kamis (25-28/11) ketika KPU membuka pendaftaran calon Kahima dan Wakahima.  Selanjutnya pada Jumat (29/11), diumunkkan kandidat yang lolos mengikuti Pemilu Raya dan ternyata muncul dua paslon.

Selama seminggu kemudian, Sabtu (30/11) hingga Sabtu (7/12), kehebohan pun dimulai dengan kegiatan kampanye oleh kedua paslon dan tim sukses masing-masing.

“Untuk Pemilu Raya tahun ini, KPU membuat aturan baru yang mengharuskan paslon punya tim sukses. Dan itu ternyata membuat suasana Pemilur Raya jadi begitu heboh karena tim sukses begitu bersemangat mengampanyekan paslon masing-masing,” kata Ihda sembari tertawa.

Menariknya, kampanye tidak saja dilakukan di darat, tapi juga di dunia maya melalui online. Selama seminggu itu, baik paslon maupun tim suksesnya aktif bergerilya mencari dukungan dari para mahasiswa Kesmas yang terdiri dari lima kelas.

Pada Minggu (8/12) dimulai masa pemutihan atau masa tenang. Paslon dan tim suksesnya harus membersihkan semua poster kampanye baik offline maupun online.

Dan akhirnya, puncak Pemilu Raya digelar Selasa (10/12), dimulai dengan Debat Kandidat pukul 08.00 – 10.00 WIB. Guna menjaga agar tertib dan agar ruangan tidak penuh sesak, kegiatan debat diikuti 50 mahasiswa yang merupakan delegasi dari 5 kelas, 20 tim sukses, serta 20 tamu undangan seperti Pembina Hima Kesmas maupun para dosen.

Setelah debat, pada pukul 11.00 – 14.00 dilakukan pemungutan suara yang diikuti 376 mahasiswa. Setelah itu dilanjutkan dengan proses penghitungan suara yang baru selesai pukul 14.30.

“Sebanyak 376 mahasiswa mencoblos dan hanya satu surat suara yang tidak sah karena mencoblos dua paslon,” kata Ihda.

Hasil akhirnya, paslon nomor 2 Bintang Adi Kurniawan dan Laila Alfi Nurin dari angkatan 2017 terpilih menjadi Kahima dan Wakahima. Rangkaian Pemilu Raya ditutup sore itu juga dengan pelantikan Kahima dan Wakahima 2019-2020 oleh Dosen Pembina Hima Kesmas Unusa Dwi Handayani SKM M.Epid.

“Harapannya semoga Ketua dan Wakil Hima terpilih bisa amanah dan bisa membawa prodi Kesmas Unusa semakin eksis dan unggul, baik di tingkat lokal, nasional mapun internasional dengan berbagai prestasi akademik maupun nonakademik,” kata Dwi Handayani. (hap/Humas Unusa)

Spread the love