Surabaya – FK Unusa menggelar Festival Pesantren Tangguh #2, melalui aplikasi zoom. Mengangkat seputar masalah Covid-19. Menurut rencana festival ini digelar hingga 3 Juli 2021 dalam beberapa sesi webinar.

Acara Sabtu, 12 Juni 2021 menghadirkan empat narasumber masing-masing dr. Mustika Chasanatusy Syarifah, Sp.F; dr. Nur Azizah AS, Sp.KJ; dr. Athiyatul Ulya; dan dr. Muhammad S. Niam, FINACS, M.Kes, Sp.B-KBD.

Acara diikuti beberapa pondok pesantren yang ada di Jawa Timur. Acara dibuka langsung Rektor Unusa Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng.

Rektor mengapresiasi kegiatan yang digelar FK bersama BEM FK Unusa. “Acara ini merupakan salah satu inovasi dari mahasiswa kedokteran. Ini langkah strategis untuk membangun kesadaran masyarakat tentang Covid-19,” katanya.

Jazidie mengingatkan agar tidak terjerumus menjadi orang yang tidak percaya dengan adanya virus corona. “Melalui acara ini kita bisa sama-sama belajar tentang covid-19,” terangnya.

Sementara itu, salah satu narasumber dr. Mustika Chasanatusy Syarifah, Sp.F mengingatkan meskipun sudah divaksin namun tidak semerta-merta melupakan 5M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas serta interaksi). “Divaksin bukan berarti kebal terhadap virus Covid-19, vaksin itu mengurangi dampak sakitnya saja,” ucapnya.

Mustika menjelaskan, pesantren tangguh harus memperhatikan penggunaan masker, cek suhu tubuh, jaga jarak serta konsultasi ke dokter jika mengalami sakit. “Melalui antisipasi ini maka pondok pesantren menjadi salah satu pencegah penyebaran virus corona,” katanya.

Narasumber lain, dr. Nur Azizah AS, Sp.KJ menjelaskan, istirahat cukup hingga olahraga rutin merupakan salah satu cara meningkatkan imun tubuh. “Yang pasti harus konsumsi makanan sehat serta memperbanyak relaksasi untuk meningkatkan imun tubuh,” ucapnya.

Selain meningkatkan imun tubuh, Azizah mengingatkan juga untuk meningkatkan iman dengan menjalankan ibadah dengan baik. “Bagaimana pun meningkatkan iman dengan ibadah yang baik itu juga paling utama,” jelasnya. (sar humas)

Spread the love