Program Studi S1 Gizi

PROGRAM STUDI S1 GIZI

Selayang Pandang
Program studi S1 Gizi merupakan  prodi baru di Fakultas Kesehatan Universitas NU  Surabaya, berdiri sejak 2013. Kurikulum yang akan diterapkan dalam penyelenggaraan Program Studi S1 Gizi mengacu pada Kepmenkes 2007 dan kurikulum pendidikan tinggi yang berlaku dan dikeluarkan Dikti yaitu kurikulum KBK. Kurikulum tersebut secara operasional dikembangkan oleh Fakultas Kesehatan  sesuai dengan situasi, kondisi, dan tantangan kebutuhan serta berorientasi ke masa depan serta basis kompetensi dan kewirausahaan.

Sesuai dengan KepMenKes N0.374/MENKES/SK/III/2007 Kurikulum Program ini disusun dengan bertolak dari tujuan pendidikan gizi, orientasi pendidikan dan kerangka konsep pendidikan, khususnya menyangkut kelompok-kelompok ilmu, pengalaman belajar, dan evaluasi hasil belajar peserta didik. Kurikulum institusional disusun dengan bertolak dari kompetensi yang  tercantum dalam kurikulum nasional dengan besar beban studi pada kurikulum lengkap 144– 160 SKS dan masa pendidikan 4 tahun. Besar beban kurikulum inti adalah 57-72% dari kurikulum lengkap. Untuk meningkatkan kemampuan dalam hal penelitian perlu dicantumkan dalam kurikulum lengkap penulisan karya tulis ilmiah dengan beban studi 4 sks.

Program Studi S1 Gizi Fakultas Kesehatan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya menjadi Program Studi S1 Gizi yang Professional, unggul, Islami, dan berjiwa wirausaha pada tingkat nasional tahun 2020

  1. Melaksanakan pendidikan gizi yang komprehensif dan berorietasi kepada kepentingan masyarakat
  2. Mewujdkan prodi S1 Gizii dengan organisasi dan tata kelola yang profesional dan berkarakter Islami
  3. Melaksanakan penelitian dan pengabdian masyarakat yang unggul di bidang gizi untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan derajat kesehatan masyarakat
  4. Mengembangkan ketrampilan berwirausaha yang inovatif, kreatif dan profesional dibidang gizi

Profil Lulusan

1. Sebagai Konsultan dan Ahli Gizi di Industri Makanan/Minuman, Rumah Sakit, Industri Jasa Boga, Restoran, Katering, Klinik, Kecantikan, dan di Bidang Olahraga.

2. Lembaga Pemerintahan seperti Puskesmas, Dinas Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Badan Ketahanan Pangan, Lembaga Penelitian di Bidang Gizi dan Kesehatan.

3. Organisasi Kesehatan non Pemerintah, baik Nasional maupun Internasional (WHO, UNICEF, dan lain lain).