Dapat Hibah Program COOP, Unusa Siapkan Mahasiswa Jadi Wirausahawan

SURABAYA:

UNIVERITAS Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menyiapkan lulusannya untuk menjadi wirausahawan. Upaya itu mendapat rerspon positif dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dengan diperolehnya hibah dalam program COOP (cooperative academic education program) atau Program Belajar Bekerja Terpadu (PBBT).

Diungkapkan Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan, Umdatus Soleha, SST., M.Kes, Jumat (2/9) siang, usai penandatangan kontrak dengan Kemenristekdikti, hibah yang diperoleh ini membuktikan bahwa Unusa serius menyiapkan para mahasiswanya atau lulusannya kelak untuk menjadi wirausahawan.

“Sesuai visi dari Unusa, yakni menghasilkan mahasiswa yang memiliki jiwa wirausaha, kami pun menjalin kerja sama dengan para pelaku ekonomi di masyarakat dan merealisasikannya dalam Program Belajar Bekerja Terpadu (PBBT). Progam ini bertujuan agar mahasiswa termotivasi untuk dan bisa menjadi wirausahan. Usulan dalam bentuk proposal ini kami ajukan ke Kementerian dan kami memperoleh hibah itu,” katanya.

Tahun ini Kemristekdikti mengucurkan dana sebesar Rp 4,5 miliar untuk PBBT. Dari sekitar 150-an proposal dari berbagai perguruan tinggi, terpilih 57 proposal untuk bisa didanai.

Dijelaskan Umdatus, yang juga dosen pada Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK), PBBT yang dipilih Unusa adalah kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang sebelumnya telah menjalin kerja sama.

“Melalui program ini diharapkan mahasiswa termotivasi untuk dan bisa menjadi wirausahawan pada bidang yang memang mereka tekuni di bangku kuliah. Ada sembilan mahasiswa yang ikut dalam program ini, masing-masing dari Jurusan Manajemen, Ilmu Kesehatan Masyarakat, dan Jurusan Gizi. Mereka kami ditempatkan pada UMKM untuk bersama-sama melihat dan memecahkan masalah terhadap kendala apa yang ditemukan di sana,” katanya.

Naikkan Omzet

Sementara itu, Ketua Tim PBBT Unusa, Riyan Sisiawan Putra, S.E., M.SM menjelaskan, melalui hibah ini ada beberapa hal yang didapat Unusa dan para mahasiswa yang terlibat didalamnya, diantaranya terkait dengan upaya menambah bentuk kerja sama dengan beberapa UMKM; kesempatan belajar langsung mahasiswa pada unit pelaku ekonomi UMKM; berusaha bersama-sama untuk membantu memperbaiki sistem manajemen pada unit usaha dimana mahasiswa di tempatkan.

“Target kami kehadiran para mahasiswa pada UKMK itu tidak hanya membantu memperbaiki sistem manajemennya saja, tapi juga berusaha untuk ikut menaikkan omzet dari UMKM mitra hingga mencapai paling tidak 25 persen dari biasanya, dengan cara ikut bersama-sama memikirkan dan mencari pola pemasaran yang baik,” katanya.

Riyan yakin apa yang diusulkan dalam proposal untuk mendapatkan hibah ini bisa berjalan baik. “Kami dan bebrapa dosen yang bertugas sebagai mentor akan terus ikut mendampingi program ini, karena selain membawa nama baik Unusa juga pihak Kemenristekdikti akan melakukan monitoring dan evaluasi,” katanya. (Humas Unusa, 2016)